KOMISI IV DPR NILAI SWASEMBADA PANGAN YANG DICANANGKAN PEMERINTAH BELUM OPTIMAL

20-01-2010 / KOMISI IV

 

Komisi IV DPR menilai swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah  hingga saat ini belum  ada konsep yang jelas dan belum optimal, dan seringkali swasembada pangan hanya dijadikan slogan-slogan saja.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Soebagyo yang sekaligus memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, di Gedung Nusantara, Selasa, (12/1).

 Firma Soebagyo menambahkan, egosektoral sekarang ini masih kuat, oleh karena itu kalau berbicara tentang swasembada pangan tidak cukup hanya bicara pupuk semata. “kita tidak cukup hanya berbicara lahan, kita juga harus berpikir bagaimana infrastrukturnya,”terangnya.

Dia menambahkan, impor-impor gelap berbagai pangan masih menjadi persoalan semua pihak. “Ini menjadi persoalan kita semua terkait impor gelap,”paparnya.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani tebu Rakyat Indonesia (APTRI) H. Abdul Wachid mengatakan peran petani tebu dalam mendukung swasembada pangan khususnya gula sangat strategis dan penting sekali. “Hampir separuh dari total luas lahan dan produksi gula nasional adalah milik petani tebu, selebihnya dari perusahaan gula BUMN maupun swasta,”terangnya.

Abdul Wachid mengemukakan hingga saat ini pihaknya masih saja mengalami permasalahan-permasalahan yang mempengaruhi produksi dan produktifitas, antara lain sulitnya pengembangan areal baru dan mempertahankan lahan yang sudah ada, keterbatasan alat pengolahan tanah terutama dilahan kering, dan keterbatasan permodalan bagi petani, sehingga penerapan teknologi belum optimal.

Abdul Wachid menegaskan dalam rangka menuju swasembada gula konsumsi dan industri tahun 2014 petani tebu menyampaikan usulan, kebijakan Pemerintah dalam regulasi pergulaan nasional agar berpihak dan melindungi para petani tebu, pupuk agar tersedia cukup dan tepat waktu serta subsidi pupuk petani tidak dikurangi sehingga harga tidak naik, kredit ketahanan pangan dan energi bagi petani tebu dengan bunga ringan yakni  6%. (Spy).

 

 

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Penambahan Kuota Pupuk Bersubsidi Harus Dikelola Dengan Baik
27-10-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian dalam menyikapi informasi kurangnya pupuk bersubsidi yang dikeluhkan...
TN Komodo Harus Dijaga Sebagai Konservasi Alami Komodo
26-10-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema mmenyoroti foto viral seekor Komodo (Veranus komodoensi) yang terlihat menghadang truk yang...
Pemerintah Harus Sejahterakan Petani
22-10-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mengatakan, pengukuran kesejahteraan petani dapat terlihat jelas pada Nilai Tukar Petani atau yang kerap...
Perlu Campur Tangan Pemerintah Kembangkan Perikanan Tangkap
20-10-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyampaikan, sinergi masyarakat nelayan dengan pemerintah baik pusat maupun daerah perlu semakin...