Rencana Revitalisasi Teluk Benoa Bali Disetujui Dewan

27-01-2016 / KOMISI VII

Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rabu (27/1/2016) menyetujui rencana revitalisasi Teluk Benoa di Bali, namun Komisi VII minta sumber material revitalisasi untuk teluk tersebut tidak diambil seluruhnya dari Pulau Lombok. Revitalisasi Teluk Benoa membutuhkan 30 juta metric ton pasir.

Anggota Komisi VII DPR dari Daerah Pemilihan NTB Kurtubi menyatakan dapat menyetujui rencana revitalisasi Teluk Benoa tersebut. Namun dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan  aspirasi dari masyarakat Lombok Barat dan Lombok Timur yang pasir pantainya akan ditambang dan dikirim untuk revitalisasi tersebut.

Ia mengatakan masyarakat Lombok Barat dan Lombok Timur menolak pasir pantainya ditambang, karena selain akan merusak lingkungan pantai, juga akan merusak keindahan alam untuk pariwisata.  Pantai Lombok merupakan salah satu tujuan pariwisata.  “Jika  pantainya bolong-bolong dan rusak ini tidak bagus untuk tujuan wisata, demikian juga untuk nelayan, jangka panjang dan menengahnya pasti ada terhadap mereka,” papar Kurtubi di Gedung DPR RI, Jakarta. 

“Sebagai anggota DPR kami mendukung program tersebut. tetapi sebagai anggota DPR Dapil NTB, saya minta pasir untuk revitalisasi Teluk Benoaa  tidak diambil seluruhnya dari Lombok,”  kata politikus dari Partai Nasdem ini.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Siti Nurbaya menyatakan mengenai revitalisasi Teluk Benoa  telah memenuhi seluruh persyaratan-persyaratan dan izin dari pihak terkait di antaranya Kementrian Kelautan dan Perikanan, Perpres mengenai tata ruang dan lain-lain. (sc), foto : rni/parle/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Manfaat Migas Harus Dirasakan Oleh Seluruh Masyarakat Sumsel
18-12-2017 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR Yulian Gunhar mengungkapkan Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai daerah penghasil minyak dan gas (migas) terbesar, harus dapat...
Komisi VII Harapkan Subsidi Gas 3 Kg Dihapus
18-12-2017 / KOMISI VII
Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI menyaranankan kepada Pertamina untuk mencabut subsidi Liquefied Petrolium Gas (LPG) 3 Kg karena...
Komisi VII Dorong Pemanfaatan Efisiensi Gas Dalam Negeri
18-12-2017 / KOMISI VII
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, produksi minyak bumi Indonesia terus menurun, namun sebaliknya kebutuhan bahan bakar minyak, baik...
PLTSa Solusi Kembangkan Energi Baru dan Terbarukan
18-12-2017 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menilai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bisa menjadi salah satu solusi dalam pengembangan pembangkit...