Alutsista TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Masih Perlu Bantuan Pemerintah Pusat

03-04-2017 / KOMISI I

Kondisi Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) TNI AU yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, masih perlu banyak perhatian dari pemerintah pusat. Untuk mencapai kata maksimal maka secara nasional diperlukan anggaran yang tidak sedikit mencapai Rp 108 Triliyun di Tahun 2017.

 
Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kunspek Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari kepada wartawan usai pertemuan dengan Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi, Pekanbaru, Kamis (30/3'2017) lalu.
 
 
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan, untuk kondisi Alutsista yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin dalam kondisi bagus. "Ya kondisinya lumayan baik, tapi belum maksimal, tidak buruk. Untuk mencapai maksimal perlu perjuangan anggaran yang lebih besar lagi," kata Kharis.
 
 
Apalagi sekarang ini untuk pertahanan udara, Indonesia sedang menuju ke taraf Minimum Essential Force (MEF).  "Sebagai MEF memang belum terpenuhi. Untuk mencapai ke angka maksimal ini akan dilihat dari segi penganggarannya. Tahun 2017 baseline untuk mememuhi MEF itu sekitar Rp 209 Triliyun, akan tetapi baru terpenuhi Rp 108 Triliyun, dan ini harus diperjuangkan," jelasnya dengan berharap, mudah-mudahan dalam pembahasan anggaran ke depan agar bisa direalisasikan.
 
 
Mengenai runway yang belum bisa maksimal juga menjadi pembahasan. Ini akan dibahas dengan tegas lagi supaya bisa diperpanjang sekaligus juga untuk taxi way parallel agar tidak mengantre.
 
 
"Komisi I sudah mendapatkan semua informasi itu. Ini bentuk pengawasan dari DPR RI atau kerja dari mitra Komisi I, dalam hal ini Kemenhan yang tentunya akan jadi bahan ketika kami gelar rapat-rapat di DPR, baik masalah anggaran, pengawasan maupun bidang legislasi di Komisi I," ujar Kharis.
 
 
Yang jelas, lanjutnya, Komisi I sudah mendapatkan informasi yang sangat akurat dari Danlanud Roesmin Nurjadin berkaitan dengan kondisi Alutsista. "Kita berharap bisa ditingkatkan lagi sehingga nanti pertahanan  TNI ini bisa disegani negara lain dan berwibawa," tutupnya.
 
 
Di tempat yang sama, Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Henri Alfiandi berharap apa yang sudah dibahas bersama Komisi I DPR RI tadi bisa diperjuangkan dan tentunya untuk membuat pertahanan udara semakin kuat. "Mudah-mudahan direalisasikan," harapnya.(iw)/foto:iwan armanias/iw.

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemerintah Harus Perhatikan Fasilitas Ibadah dan Dapur Umum Korban Gempa Lombok
03-08-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Syafrudin beserta Pimpinan dan sejumlah Anggota DPR RI meninjau infrastruktur bangunan yang rusak seperti...
Legislator Ungkap Permasalahan Teknis Akses Internet BAKTI
16-07-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyampaikan bahwa program akses internet yang dikerjakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI)...
Komisi I Akan Verifikasi Soal Masjid Pemerintah Yang Terpapar Radikalisme
11-07-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi, menjelaskan bahwa pihaknya akan memastikan kebenaran dari temuan hasil penelitian beberapa lembaga...
Komisi I Bahas Pertanggungjawaban Anggaran Mitra Kerjanya
10-07-2018 / KOMISI I
Komisi I DPR RI melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas, Sestama Bakamla, Direktur Utama (Dirut) Lembaga...