UU Konvensi Minimata untuk Selamatkan Lingkungan Indonesia

14-09-2017 / PARIPURNA

DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury atau Konvensi Minamata mengenai Merkuri pada Rapat Paripurna. Anggota Komisi III DPR RI Taufiqulhadi menilai, pengesahan ini merupakan menjadi  sejarah penting bagi Indonesia, guna menyelamatkan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

 

“Dengan kita sepakati RUU ini, maka bangsa Indonesia akan membuat sejarah dalam rangka pengamanan bukan hanya terhadap kesehatan manuasia, tapi juga kepada lingkungan,” kata Taufiqulhadi, dalam interupsinya saat Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

 

Kendati dengan ratifikasi ini akan berimplikasi pada sejumlah Undang-undang yang lain, Taufiqulhadi memastikan, dengan adanya UU Konvensi Minamata ini, memudahkan Indonesia dalam konteks sebagai bangsa yang memiliki potensi besar  pada sumber alamnya.

 

“Untuk apa, adalah untuk kepentingan kita ke depan agar bangsa dan rakyat kita masih terjaga, dan lingkungan hidup yang lebih baik, serta kesehatan kesehatan rakyat terjaga,” imbuh politisi F-Nasdem itu.

 

Taufiqulhadi pun mendukung sepenuhnya penegsahan RUU Konvensi Minamata mengenai Merkuri ini. “Kita abaikan dulu yang merupakan dampak dari pengesahan RUU ini. Tapi inilah yang kita anggap sangat vital bagi bangsa kita ke depan,” imbuh politisi asal dapil Jawa Timur itu.

 

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu dalam laporannya terkait pembahasan RUU ini menjelaskan bahwa melalui pengesahan Konvensi Minamata, Indonesia akan memperoleh manfaat, diantaranya memberikan dasar bagi negara untuk mengeluarkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan untuk menjamin lingkungan hidup yang sehat. Dan menjaga kesehatan serta melindungi generasi mendatang dari dampak negatif merkuri.

 

Kemudian, masih kata Gus Irawan, dengan adanya konvensi ini juga dapat memperkuat pengendalian pengadaan, distribusi dan perdagangan merkuri dan senyawa merkuri. Serta meningkatkan kerjasama global untuk pertukarana informasi dalam penelitian dan pengembangan, terutama pengganti merkuri, khususnya dalam tambang emas skala kecil. (sf,mp)/foto:jaka/iw. 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Protes Penanganan Persoalan di Tanah Papua
14-09-2017 / PARIPURNA
Papua dan Papua Barat, sebagai salah satu wilayah di Timur Indonesia, memiliki sejumlah persoalan spesifik, yang seharusnya membutuhkan penyelesaian yang...
Bahaya Merkuri Sama Dengan Bahaya Narkoba
14-09-2017 / PARIPURNA
Anggota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edy menilai, bahaya penggunaan merkuri sama berbahayanya dengan penyalahgunaan narkoba. Bahkan, menurutnya, Indonesia...
UU Konvensi Minimata untuk Selamatkan Lingkungan Indonesia
14-09-2017 / PARIPURNA
DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury atau Konvensi Minamata mengenai Merkuri pada Rapat Paripurna. Anggota Komisi III...
Paripurna DPR Setuju Perpanjang Pembahasan RUU Terorisme
13-09-2017 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Korinbang Agus Hermanto menyetujui perpanjangan waktu pembahasan RUU tentang Pemberantasan Tindak...