BURT Sosialisasikan Pembangunan Gedung di Sumbar

25-10-2017 / B.U.R.T.

Ketua Tim kunjungan spesifik BURT DPR Elva Hartati menyerahkan cindramata kepada  Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Pemprov Sumatera  Barat  Yulitar di Padang, Rabu 25/10/2017. (Foto : Runi).

 

Rencana pembangunan Gedung DPR RI yang akan dimulai tahun depan menjadi isu utama kunjungan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ke Provinsi Sumatera Barat. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Kunjungan Spesifik BURT DPR Elva Hartati saat melakukan sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) DPR RI tahun 2014-2019. Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh masyarakat, akademisi,dan jajaran Pemprov. Sumatera Barat di Padang, Rabu (25/10).

 

Menurut Elva, penting dan mendesaknya  pembangunan Gedung DPR sebab Gedung kantor anggota (Nusantara I) sudah melebihi daya tampung. Kapasitas sesuai rencana hanya 800 orang, kini dihuni lebih dari 3.000 orang.

 

Untuk itu politisi PDI Perjuangan ini melakukan sosialisasi dengan mendatangi berbagai provinsi dan melakukan pertemuan dengan akademisi, LSM, ormas Muhammadiyah yang merupakan ujung tombak penyampai aspirasi kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat nantinya tidak berfikir negatif kepada DPR dan percaya dengan pembangunan gedung tersebut.

 

Selain itu, lanjutnya, alasan membangun gedung, karena saat ini kondisinya sudah retak dan sudah berapa kali disuntik." Untuk itu pula, masyarakat diharapkan bisa mendukung. Apalagi pembangunan gedung itu akan kita serahkan semua kepada pemerintah yakni Kementerian PUPR, mulai dari desain maupun anggaran,” jelasnya dengan menambahkan bahwa pembangunan akan dilakukan tahun depan, dan anggarannya sudah disetujui Menteri Keuangan.

 

Hal yang sama diungkapkan Anggota BURT dari F-PDIP Rendy M Affandy Lamadjido, meski pembangunan Gedung DPR bukanlah hal yang mutlak, namun kodisi gedung Nusantara I sudah tidak bisa menampung beban, mestinya hanya untuk 800-1500 orang, namun sudah mencapai 3.000 orang. Belum lagi banyak tamu yang datang, sejumlah staf dan tenaga ahli serta dokumen seberat 2 sampai 3 kg. "Jangan sampai nanti kalau terjadi insiden, baru kita memikirkan gedung baru,'' ujarnya. 

 

Rendy mengatakan, pembangunan gedung baru bukan milik anggota DPR, bukan milik partai tetapi milik bangsa dan negara dan bisa menjadi monumen yang menciptakan kewibawaan lembaga ini. "Saya melihat gedung ini desainnya sangat berwibawa yang bisa mengakomodasi 34 provinsi dan kurang lebih 400 kabupaten,” jelasnya.

 

Salah seorang Tokoh masyarakat dari PW Nadhatul Ulama  (NU), Shofwan Karim yang hadir dalam acara ini mengapresiasi pembangunan gedung DPR. "Menurut saya, memang harus dibangun gedung baru DPR karena saya merasakan saat berkunjung ke gedung di Kawasan Senayan itu sudah retak dan condong," ucapnya. (runi,mp)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kemandirian adalah Esensi Pembelajaran Jarak Jauh
29-07-2020 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso memaparkan, metode pembelajaran dalam jaringan (daring) memiliki tantangan tersendiri,...
Sambut ‘New Normal’, BURT DPR Cek Kesiapan Bandara Halim
14-07-2020 / B.U.R.T.
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI mengecek langsung kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dalam menyambut masa new normal,...
Protokol Bandara Harus Mampu Sesuaikan ‘New Normal’
06-07-2020 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso mengatakan seluruh masyarakat Indonesia mau tidak mau sudah harus...
BURT Tinjau Kesiapan Protokol Normal Baru di Bandara Soetta
06-07-2020 / B.U.R.T.
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meninjau layanan keprotokolan bagi Anggota Dewan dalam menghadapi tatanan normal baru di Terminal...