Renstra Menata DPR Menuju Parlemen Modern

26-10-2017 / B.U.R.T.
 
 
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing usai mendengarkan masukan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Akademisi, terkait sosialisasi Renstra DPR 2014 - 2019, (Foto : AS)
 
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sedang menata diri berupaya mewujudkan visinya, sebagai lembaga perwakilan rakyat yang modern dan berwibawa. DPR menginginkan adanya transparansi yang didukung oleh teknologi informasi dan diharapkan menjadi pusat pembelajaran serta pengetahuan demokrasi di Indonesia. 
 
 

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing saat melakukan sosialisasi Renstra DPR 2014 - 2019, mengatakan perlunya penataan Lembaga Perwakilan Rakyat agar menjadi kuat untuk mewujudkan aspirasi rakyat yang diwakili. Menurutnya, Renstra ini adalah upaya dalam mewujudkan parlemen modern, salah satunya adalah gedung parlemen yang lebih reprentatif untuk melaksanakan tugas-tugas kedewanan.

 

 
"Gedung Parlemen adalah milik rakyat berarti kebebasan setiap orang bisa masuk, tetapi gedung parlemen terbebas bisa masuk adalah hanya di Indonesia Apakah perlu dibiarkan seperti ini tidak ditata. Seharusnya Gedung Parlemen merupakan sebuah icon yang bisa dikunjungi sebagai tempat wisata demokrasi dari wisatawan dalam negeri maupun luar negeri," " katanya, usai mendengarkan masukan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Akademisi,  di Pekanbaru, Rabu (25/10/2017).
 
 
Hal lain seperti, kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung dan kualitas dari Anggota DPR juga menjadi prioritas tercapainya tujuan Rentra ini. Namun ini tergantung dari Undang-Undang yang perlu dikaji kembali. 
 
 
"Negara akan kuat, kalau DPR-nya kuat. Tidak ada negara yang kuat dengan DPR-nya yang tidak kuat. Jadi demokrasi Indonesia harus tetap kita jaga dan harus kita tata sebaik-baiknya untuk kemajuan bangsa dan negara." ujarnya.  

 

 
Terkait dengan penilaian masyarakat mengenai citra Dewan berdasarkan target kinerja DPR, politisi partai Golkar ini menerimanya dan DPR senantiasa memperbaiki citra itu. 
 
 
Lebih lanjut Anton menjelaskan, anggota DPR saat ini menempati ruangan yang dinilainya tidak pantas. Pemerintah diminta untuk menyiapkan Gedung Parlemen yang lebih layak. 

"Di luar orang mengira yang membangun gedung DPR itu adalah anggota DPR, sebenarnya yang membangun itu adalah pemerintah. Pemerintah wajib memberikan fasilitas yang layak pada pejabat negara. Apakah layak kami dengan 1 anggota DPR beserta 7 orang tenaga ahli berada dalam ruangan 26 meter persegi. Jadi kebutuhan yang sangat mendasar," paparnya. (as,mp)

 
 
 

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kemandirian adalah Esensi Pembelajaran Jarak Jauh
29-07-2020 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso memaparkan, metode pembelajaran dalam jaringan (daring) memiliki tantangan tersendiri,...
Sambut ‘New Normal’, BURT DPR Cek Kesiapan Bandara Halim
14-07-2020 / B.U.R.T.
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI mengecek langsung kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dalam menyambut masa new normal,...
Protokol Bandara Harus Mampu Sesuaikan ‘New Normal’
06-07-2020 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso mengatakan seluruh masyarakat Indonesia mau tidak mau sudah harus...
BURT Tinjau Kesiapan Protokol Normal Baru di Bandara Soetta
06-07-2020 / B.U.R.T.
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meninjau layanan keprotokolan bagi Anggota Dewan dalam menghadapi tatanan normal baru di Terminal...