Tiga Hal Diingatkan Komisi X Dalam Pelaksanaan UNBK

15-11-2017 / KOMISI X
Ketua Tim Kunker Komisi X, Ferdiansyah bertemu dengan PLT Walikota Cilegon, Edi Ariadi (13/11). Foto: Kresno/km

 

Ada tiga hal yang menjadi perhatian Komisi X DPR dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), pertama SDMnya, baik itu pelaksana, operator komputer atau perangkat itu sendiri. Yang kedua, ketersediaan komputer dan ketiga mengenai ketersediaan listrik dan internet.

 

Hal itu dikatakan Ferdiansyah, Ketua Tim Kunker Komisi X dalam pertemuannya dengan PLT Walikota Cilegon, Edi Ariadi, Senin (13/11) lalu di Pendopo Gubernur Banten.

 

"Alhamdulillah Kemendikbud sampai sekarang masih menggunakan sistem offline dan kami juga mempertahan itu dan berharap supaya pelaksanaan UNBK ini jangan online. Pasalnya, wilayah Indonesia termasuk Banten ini banyak lembahnya yang punya konsekuensi tidak terdapatnya signal di wilayah tersebut," ujar Ferdiansyah.

 

Menurutnya, pelaksanaan UNBK masih terkesan memaksakan karena masih banyak kendala-kendala yang terjadi. "Prinsip Komisi X terhadap program kegiatan tersebut, mendukung pelaksanaan UNBK dengan akselerasi. Masalah itu ada penambahan pelaksanaan UNBK untuk perjenjang sekolah SD, SMP, SMA silakan, dan itu memang harus kita lakukan tetap dalam rangka untuk efisiensi dan efektifitas pelaksanaan UNBK itu sendiri," tegasnya.

 

Masih dalam dunia pendidikan, Pimpinan Komisi X dari FPG itu juga membahas tentang kurikulum 2013 yang menurutnya masih perlu perbaikan. Berdasarkan temuan di lapangan, masih banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan secara keseluruhan dan masih banyak juga yang belum memahami kurikulum tersebut. "Artinya kurikulum 2013 untuk guru tidak bisa hanya dilakukan 1 atau 2 kali saja, mungkin harus berkali-kali dan perlu evaluasinya," tegas Ferdi.

 

"Penulisan kurikulum 2013 itu sendiri masih perlu perbaikan, dan ini substansi sekali, karena kita ingin bisa lebih cepat dipahami oleh para guru. Pendistribusiannya seperti kita lihat masih banyak yang terlambat. Belajarnya bulan Juli, tapi pengirimannya datang bulan Desember. Itu yang jadi catatan kita tentang kurikulum, termasuk sumber daya manusianya yang ada di Indonesia, supaya ini bisa dilakukan lebih baik," tutup Ferdi. (eno,mp)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Indonesia Hadapi Tantangan Kesetaraan Akses Digital
17-11-2017 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Irine Yusiana Roba Putri saat menghadiri diskusi dengan Global Affairs Canada di Ottawa, Kanada, Kamis...
Sekolah Vokasi Harus Jalin Kerja Sama dengan Industri
16-11-2017 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Sri Meliyana mengatakan sekolah harus memikirkan dan membentuk program studi (prodi) atau jurusan yang dibutuhkan...
Komisi X Dukung BEKRAF Majukan Ekonomi Kreatif Bengkulu
16-11-2017 / KOMISI X
Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi X Djoko Udjianto menyaksikan penandatanganan MoU antaraPemerintah Provinsi Bengkulu...
Komisi X Desak Sapras SMKN 5 Pangkalpinang Ditingkatkan
15-11-2017 / KOMISI X
Anggota DPR RI Komisi X Lathifah Shohib mendesak laboraturium yang ada di Sekolah SMK N 5 Pangkalpinang, Babel perlu...