DPR Optimis Pencak Silat dan Voli Pantai Raih 3 Besar

26-01-2018 / KOMISI X

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meninjau persiapan atlet cabang olahraga Pencak Silat dan Voli Pantai untuk Asian Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/01/2018). Foto : Jayadi/Man

 

Komisi X DPR RI meninjau persiapan atlet cabang olahraga Pencak Silat dan Voli Pantai untuk Asian Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/1). Selain memantau kesiapan atlet, Tim Komisi X juga memantau lokasi latihan. Dari hasil tinjauan, Komisi X optimis, cabor Pencak Silat dan Voli Pantai dapat meraih peringkat 3 besar pada Asian Games 2018.

 

“Sejauh ini persiapannya cukup baik, target kami menjadi 10 besar. Namun kalau kita lihat persiapan para atletnya, kami optimis dapat meraih 3 besar pun bisa. Karena potensi atlet ini luar biasa dan banyak juga atlet yang menang secara nasional,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat memimpin kunspek ini di lokasi latihan.

 

Politisi F-PKS itu juga berharap dari kedua cabang olahraga tersebut dapat banyak menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Terlebih lagi Pencak Silat, yang merupakan olahraga dan budaya asli Indonesia, jadi sudah semestinya Indonesia mendapatkan emas di cabang olahraga tersebut.

 

“Kita dapat lihat tadi Pencak Silat luar biasa latihannya. Bahkan saat kita tanya mereka ingin menargetkan berapa medali, mereka dengan percaya diri dan optimis menjawab 4 medali. Kami juga mendorong terus, agar minimal mendapatkan 8 medali dari 16 nomor,” harap Fikri.

 

Komisi X juga berharap agar Voli Pantai dapat memberikan penampilan terbaiknya agar menyumbangkan medalinya. “Kita juga lihat tadi voli pantai sudah siap tapi sementara pihak pusat pelatihan Voli Pantai belum dapat menargetkan emas, tapi mereka sudah biasa mendapatkan perak pada event-event internasional, itu kan artinya tim voli harus lebih semangat sedikit lagi agar bisa mendapatkan emas,” dorong Fikri.

 

Meski seluruh atlet terlihat siap, namun menurut politisi asal daerah pemilihan Jawa Tengah itu ada satu kendala yang dihadapi oleh atlet tersebut, yaitu 'miskin' try out.

 

“Mereka itu miskin event seperti try out di tempat atau negara lain, sehingga pengalaman mereka bertanding itu ternyata kurang. Bahkan yang mengkhawatirkan tidak mencapai target yang diinginkan. Padahal try out ini penting agar tahu pola permainan di luar negeri itu seperti apa,” kritisi Fikri.

 

Kunspek kali ini juga diikuti oleh beberapa Anggota Komisi X, diantaranya Esti Wijayati, Suryo Alam, Nuroji, Rinto Subekti, Laila Istiana, Dewi Coryati, Lathifah Shohib dan Arzeti Bilbina. (jay/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Sayangkan Atlet Judo Berhijab Didiskualifikasi
09-10-2018 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra menyayangkan terdiskualifikasinya atlet Judo Blind Indonesia Miftahul Jannah dalam Asian Para...
Guru Merupakan Pahlawan Bangsa
09-10-2018 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti Poernomo mengatakan, Guru Honorer K-2 merupakan persoalan semua Komisi yang ada di DPR...
Persoalan Guru Adalah Masalah Bersama
09-10-2018 / KOMISI X
Persoalan guru adalah masalah bersama, dan juga menjadi persoalan semua Komisi yang ada di DPR RI. Dalam Seminar Nasional yang...
Pengalihtugasan Pembangunan Sarpras Pendidikan Harus Miliki Payung Hukum
08-10-2018 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mengkritisi rencana pengalihtugasan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah, laboratorium...