Pansus Pertembakauan Soroti Pengendalian Konsumsi Rokok di Kalangan Anak-anak

13-02-2018 / PANITIA KHUSUS

Anggota Pansus RUU Pertembakauan Desy Ratnasari, foto : suciati/hr

 

 

 

Anggota Pansus RUU Pertembakauan Desy Ratnasari menyoroti masalah pengendalian konsumsi rokok di kalangan anak-anak. Hal ini disampaikan politisi PAN ini saat pertemuan Tim Pansus Pertembakauan dengan PT. Hanjaya Mandiri Sampoerna di Surabaya, beberapa hari lalu.

 

“Masalah  pengendalian dan penegakan hukum bagi anak-anak dibawah usia 18 tahun yang  mengkonsumsi rokok adalah penting. Karena mereka tidak berdaya secara ekonomi, mereka menggunakan uang jajan mereka yang kalau mungkin mereka tabungkan bisa untuk biaya sekolah sampai universitas,” papar Desy.

 

Ia mengaku sangat senang apa yang telah dilakukan oleh PT HM Sampoerna terkait tujuh fokus HM Sampoerna yang salah satunya  adalah pencegahan pekerja anak dan pencegahan pekerja paksa. “Sayangnya diantara yang sempurna dari  Sampoerna ini ada salah satu hal yang barangkali dilupakan adalah pengendalian konsumsi rokok di kalangan anak-anak. Ini menjadi hal yang penting untuk disosialisasikan,” tegasnya.

 

Menurut anggota Komisi VIII ini, anak akan melihat siapa yang ada di sekitarnya. Kalau ayahnya merokok, ibunya merokok, pasti menurut anak ini sesuatu yang biasa merokok itu dan tidak apa-apa dilakukan mereka. “Dan tentunya ini menjadi sebuah  concern daripada RUU yang ingin melindungi semua ini. Kita ingin membuat sebuah aturan yang sempurna, aturan yang bisa melindungi semua dan memberikan efek negatif kepada siapapun termasuk yang bukan perokok misalnya,” jelasnya lagi.

 

Dalam pertemuan  yang dipimpin Wakil Ketua Pansus RUU Pertembakauan Bambang Haryadi ini, Desy menginformasikan bahwa Pansus telah menerima komunitas perokok yang bijak. Dimana komunitas ini tahu kapan mereka merokok, dimana mereka merokok. “Ini  sesuatu hal yang baik untuk dijadikan mitra didalam sosialisasi kepada keluarga,” sarannya.

 

Selanjutnya ia menyatakan, bahwa pertemuan ini tidak bertujuan  untuk mengkonfrontir siapapun. “Kita duduk bersama untuk mencari win win solution untuk semua stakeholder. kami semua tidak mau RUU ini memberikan efek domino yang efeknya akan terlihat ketika UU ini sudah diberlakukan. Tentunya sebelum ini dibuat, kita harus mau berpahit-pahitan,” tandasnya. (sc)

 

 

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tembakau Banyak Manfaatnya, Perlu Dilindungi UU
14-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Pertembakauan Mukhamad Misbakhun menuturkan, tembakau telah memberikan manfaat, terutama dibidang ekonomi dan lapangan pekerjaan, sehingga...
Perlu Sinergitas DPR dan Pemerintah Guna Selesaikan RUU Pertembakauan
09-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan Firman Soebagyo berharap kepada pemerintah untuk setia dalam menjalin komunikasi yang baik...
Perlu Regulasi Atur Pemanfaatan Tembakau
09-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pertembakauan Hendrawan Supratikno akan terus mendorong pembahasan RUU Pertembakauan. Hal ini penting, karena sektor...
Isu Tembakau Rentan Disusupi Asing
08-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Bila negara tak melindungi industri tembakau nasional, maka isu ini akan rentan disusupi asing lewat lembaga swadaya asing yang ada...