Komisi VIII Apresiasi Kesiapan Peringatan HKBN 2018

22-03-2018 / KOMISI VIII

Anggota Komisi VIII DPR RI, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya (F-PDI Perjuangan)/Foto:Guntur/Iw

 

Anggota Komisi VIII DPR RI Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mengapresiasi kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dalam mempersiapkan Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2018. Peringatan yang akan dilaksanakan 26 April 2018 itu diharapkan dapat menarik 16 ribu peserta datang ke Sulut.

 

“Persiapan HKBN ini perlu mendapat perhatian serius karena waktu yang tersisa sudah tinggal beberapa hari lagi,” kata politisi F-PDI Perjuangan itu saat mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI bertemu dengan BPBD Sulut, di Manado, Sulut, Senin (19/3/2018). Kunker ini dipimpin oleh Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis.

 

Hasbi juga mendorong peringatan ini dapat menambah kesadaran masyarakat untuk lebih mengetahui langkah-langkah yang mesti dilakukan dalam resiko terjadinya bencana alam di daerahnya.

 

Dalam pertemuan itu, juga dibahas mengenai aplikasi sistem informasi bencana alam yang telah diluncurkan BNPB, yakni InaRISK, InaWARE, InaSAFE, dan InaMHEWS yang bisa diakses melalui telepon genggam (handphone) berbasis sistem operasi Android yang akan memberikan informasi kondisi resiko bencana kepada masyarakat langsung.

 

“Aplikasi ini kita sudah kita coba, sepertinya ini juga perlu ada penyesuaian-penyesuaian karena baru bisa di akses oleh HP Android, dan belum bisa dari HP berbasis iOs (Apple), tapi ini bisa kita mengerti dan evaluasi,” kritisi John Kennedy Azis.

 

Namun yang menjadi penekanan politisi Partai Golkar itu adalah terkait sosialisasi kepada masyarakat, sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan dioptimalkan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI Desy Permatasari menilai aplikasi InaRisk ini masih agak sedikit rumit untuk digunakan, karena belum adanya akses yang realtime dan gampang digunakan dan dibaca oleh masyarakat.

 

“Dengan aplikasi ini, masyarakat harusnya bisa merasa dimudahkan dalam melihat resiko bencana suatu daerah dan bagian-bagian mana saja yang memungkinkan adanya bantuan,” kata politisi Partai Amanat Nasional itu.

 

Berkaitan dengan HKBN 2018, Desy menilai BNPB dan BPBD Sulut lebih mempersiapkan HBKN sebagai momentum dari gerakan Indonesia siap siaga bencana, karena Indonesia merupakan daerah rawan bencana atau berada di ring of fire

 

Diketahui, inaRISK merupakan suatu aplikasi portal berbasis internet untuk mengidentifikasi risiko bencana di Indonesia. Aplikasi InaWARE merupakan aplikasi pemantauan sebagai alat bantu dan fungsi pendukung dalam pengambilan keputusan. Sementara InaSAFE merupakan software gratis, skenario dampak dan kesiapsiagaan dan resiko yang lebih baik. Sedangkan InaMHEWS adalah sistem informasi kombinasi prediksi cuaca. (gd/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VIII Setujui Pencairan Angaran Operasional BPIH Tahun 2020
09-07-2020 / KOMISI VIII
Komisi VIII DPR RI menyetujui penggunaan nilai manfaat Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2020 untuk anggaran operasional Biaya Perjalanan...
Anggota DPR Kritik Rencana Pelibatan TNI dalam Peningkatan Kerukunan Umat Beragama
07-07-2020 / KOMISI VIII
Komisi VIII DPR RI mengkritik rencana Kementerian Agama (Kemenag) yang akan melibatkan TNI dalam program peningkatan kerukunan umat beragama. Anggota...
Angka Penyebaran Virus Covid-19 di Pesantren Masih Tinggi
07-07-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Samsu Niang menilai angka penyebaran virus Corona (Covid-19) khususnya di lingkungan pesantren masih tinggi dan...
BPKH Harus Gelar Rapid Test Calon Jemaah Haji
06-07-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania mengatakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) harus menyediakan fasilitas rapid test kepada setiap...