Kerja Sama Indonesia-Denmark Perlu Dikembangkan Untuk Kesejahteraan Bersama

16-05-2018 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan saat memimpin delegasi DPR RI bertemu dengan Sekretaris Perdagangan Negara, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Denmark (State Secretary for Trade, Ministry of Foreign Affairs Kingdom of Denmark) Susanne Hyldelund di Kopenhagen, Denmark, foto : sofyan/hr

 

 

Hubungan diplomatik Indonesia dengan Denmark telah berlangsung puluhan tahun. Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Denmark juga telah terbangun dengan sangat baik. Dengan berbagai potensi yang ada di kedua negara, hubungan kerja sama Indonesia dan Denmark perlu terus dikembangkan di masa mendatang untuk  kesejahteraan bersama.

 

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan saat memimpin delegasi DPR RI bertemu dengan Sekretaris Perdagangan Negara, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Denmark (State Secretary for Trade, Ministry of Foreign Affairs Kingdom of Denmark) Susanne Hyldelund di Kopenhagen, Denmark, Senin (14/5/2018).

 

“Hubungan kedua negara yang sangat harmonis dan memiliki kesamaan visi, membuat akselerasi ekonomi kedua negara sekaligus bisa menjadi pemimpin ekonomi paling berpengaruh di masing-masing kawasan, sangat dimungkinkan terwujud,” kata Taufik, dalam sambutannya.

 

Politisi Partai Amanat Nasional itu menambahkan, Denmark merupakan mitra dagang penting Indonesia. Per Januari 2016, nilai perdagangan Denmark 13,63 miliar dolar AS dengan tujuan ekspor utamanya ke Jerman (20 persen), Swedia, AS, Norwegia dan Inggris. Sementara, impor berasal dari Jerman, Swedia, China, Belanda, dan Inggris. Bilateral, surplus bagi RI sebesar 16,94 juta dolar AS atau melonjak 145 persen.

 

Sementara itu, tren total nilai perdagangan RI dengan Denmark lima tahunan periode 2013-2018  mencapai 360.451 ribu dolar AS, yang terdiri 360.441 ribu dolar AS dari non migas dan 10,5 ribu dolar AS dari migas. Yang menggembirakan, surplus pedagangan bagi Indonesia, ekspor mencapai 192.930 ribu dolar AS dan impor 167.521 ribu dolar AS.

 

“Ekspor terbesar Indonesia ke Denmark, seperti alas kaki, sepeda, sawit, mamin, dan lainnya. Sementara, impor dari Denmark, yakni farmasi, susu, kasein, asparatus, dan enzim,” imbuh Pimpinan DPR Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.

 

Dalam pertemuan, juga terungkap mengenai potensi maritim diantara kedua negara. Taufik memaparkan, Denmark dengan perusahaan peti kemas Maersk Line, bisa menjadi inspirasi Indonesia dalam meningkatkan potensi transportasi lautnya. Apalagi, Indonesia memiliki potensi besar dan menjadi poros maritim dunia, mengingat Indonesia berada di daerah equator, antara dua benua Asia dan Australia, antara dua samudera Pasifik dan Hindia, serta negara-negara Asia Tenggara.

 

“Maka dari itu, kerja sama kedua negara yang beberapa diantaranya memiliki kesamaan ini penting kiranya untuk saling meningkatkan perdagangan, investasi, dan lainnya. Seperti diketahui Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya mempercepat dan membangun insfrastruktur,” jelas Taufik.

 

Sementara itu, terkait peranan industri pariwisata, kunjungan turis kedua negara didorong untuk terus meningkat. Apalagi, kini Pemerintah Indonesia sedang berupaya mengajukan pembebasan visa Schengen. Lonjakan turis Denmark ke Indonesia sangat signifikan setiap tahun, data terbaru sekitar 36 ribu turis Denmark telah datang ke Indonesia. Sama halnya, potensi kunjungan turis Indonesia ke Denmark masih sangat besar lantaran besarnya populasi penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 250 juta orang.

 

“Pengalaman pembangunan ekonomi Denmark sepatutnya bisa dikembangkan dan patut dijadikan inspirasi bagi Indonesia untuk lebih proaktif dan progresif ke depannya. Kami berharap pertemuan hari ini dapat mendorong  peningkatan dan pengembangan kerja sama di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, pendidikan, perdagangan, infrastruktur dan industri kreatif kedua negara,” harap Taufik.

 

Dalam kunjungan ini, Taufik dan Anggota Dewan lintas komisi dan fraksi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark Muhammad Ibnu Said dan staf KBRI Kopenhagen. (sf/sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ketua DPR Ajak Masyarakat Lindungi Keluarga dan Lingkungan Dari Radikalisme
21-05-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pada dasarnya tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan radikalisme ataupun terorisme. Tindakan teror...
Rekomendasi 200 Mubalig Versi Kemenag Dinilai Bingungkan Umat
21-05-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan beranggapan rekomendasi 200 Mubalig versi Kementerian Agama (Kemenag) yang tidak tetap, bisa membingungkan Umat...
Fadli Zon Dorong Aparat Hentikan Pengibaran Bendera Israel di Papua
21-05-2018 / PIMPINAN
Baru-baru ini beredar video berdurasi satu menit dua detik berisi konvoi kendaraan yang membawa bendera Israel menyebar secara viral. Peristiwa...
Taufik Kurniawan Nilai Rekomendasi 200 Mubalig Versi Kemenag Tendensius
21-05-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menpertanyakan kualifikasi dari rekomendasi 200 mubalig atau penceramah yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag)....