Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Masalah Pungli PPDB

11-07-2018 / KOMISI X

 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) foto/dok

 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) meminta pemerintah untuk menindak tegas praktek pungutan liar (pungli) selama proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah.

 

"Kita di DPR mendapat laporan banyak sekali terkait praktek pungli yang terjadi di sekolah selama proses PPDB tahun ini, bahkan pungli ini seolah menjadi budaya di dalam setiap penerimaan siswa baru,” ucap SAH dalam rilisnya, Rabu (11/7/2018).

 

Praktek jual beli kursi ini sebenarnya telah coba dikurangi pemerintah dengan jalan menerapkan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik, karena dengan zonasi akan membuat strata favorite antar sekolah menjadi berkurang, yang logikanya mengurangi kesempatan untuk terjadinya pungli, namun kenyataan di lapangan justru malah membuat oknum di sekolah tambah berani untuk memasang tarif memperjualbelikan kursi, ungkap politisi Fraksi Gerindra itu.

 

SAH mengingatkan peran pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap sistem PPDB yang dilakukan. "Saya pikir kuncinya tetap di pengawasan, maka pemerintah harus memperkuat di bagian ini, meski sistem sudah online lebih menjamin PPDB untuk transparan, akuntabel dan partisipatif, tetap saja ada oknum yang melakukan pungli, padahal ini pidana, yang bisa dibawa  ke ranah hukum,” tegasnya.

 

SAH juga meminta pemerintah melakukan pengawasan secara internal yang melekat pada sekolah terhadap proses PPDB, khususnya mandiri, kriterianya perlu divalidasi secara faktual di lapangan, jangan diserahkan pada mereka yang di sekolah.

 

Ia berharap ada peran aktif dari masyarakat untuk melakukan pengawasan, dengan jalan jangan diam jika mendengar atau melihat praktek pungutan liar di sekolah.

 

"Dalam hal pungli ini masyarakat jangan hanya diam, jika melihat atau mendengar ada praktek yang merugikan siswa dan sekolah ini, karena pendidikan kita tidak boleh dirampas oleh mereka yang mencari keuntungan pribadi,” tandasnya. (dep/sc)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi X Serap Masukan RUU SSKCKR di Jatim
21-09-2018 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih (F-PKS) memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Panja Rancangan Undang-Undang Serah Simpan...
UU SSKCKR Sudah Tak Relevan
21-09-2018 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Anas Thahir menjelaskan, semua karya cetak dan karya rekam merupakan upaya untuk melusuri sejarah pembangunan...
Pentingnya Koordinasi dalam Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan
19-09-2018 / KOMISI X
Koordinasi Dinas Pendidikan (Disdik) di daerah dengan lembaga-lembaga mitra pendidikan dinilai kurang berjalan baik, karena terkesan masing-masing lembaga seperti berjalan...
Legislator Apresiasi Program Prioritas Kemendikbud
19-09-2018 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan mengapresiasi program prioritas dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Pendidikan dan...