KM Lestari Maju Tak Alami Kebocoran

12-07-2018 / KOMISI V

 

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir saat memimpin Kunjungan Kerja  Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan infrastruktur terkait kecelakaan KM Lestari Maju foto : Tiara/mr

 

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir mengungkapkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Lestari Maju yang kandas di perairan Pulau Selayar tidak mengalami kebocoran dari bawah kapal melainkan adanya pelanggaran terkait penggunaan kapal Landing Craft Tank (LCT) yang digunakan menjadi kapal angkutan orang.     

 

“Tidak benar informasinya jika kapal mengalami kebocoran, konstruksi kapal jenis LCT ini oleh Menteri Perhubungan (Menhub) jelas dilarang untuk digunakan menjadi kapal angkutan orang, larangannya pun sudah sejak lama. Ini menjadi hal yang perlu dipertanyakan,” ungkap Ibnu saat memimpin Kunjungan Kerja  Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan infrastruktur terkait kecelakaan KM Lestari Maju, di Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (11/7/2018). 

 

Politisi Partai Golkar itu pun mempertanyakan izin yang dikeluarkan sehingga kapal tersebut digunakan menjadi kapal angkutan penumpang. “Karena konstruksi kapal LCT itu memang berbahaya, bagian bawah kapalnya terbuka, jika ada ombak besar air pasti masuk ke dalam kapal. Dengan adanya air yang masuk menggenangi lambung kapal, membuat kapal menjadi tidak stabil itulah yang menyebabkan kapal tenggelam,” jelas Ibnu. 

 

Untuk itu, Ibnu menekankan perlu ada penyelidikan mendalam dan sanksi yang tegas terkait dengan pihak-pihak yang andil dalam kasus kecelakaan kapal agar ke depan kecelakaan kapal yang memakan korban jiwa tidak kembali terulang.

 

“Apapun kejadiannya, menggunakan kapal LCT sebagai kapal angkutan penumpang saja sudah merupakan suatu hal yang salah. Kenapa tetap diizinkan untuk melaut, ini yang harus benar-benar diselidiki,” tegasnya.

 

Di sisi lain Ibnu berharap, pemerintah melalui ASDP dapat mengadakan kapal tambahan agar tidak menggangu pertumbuhan ekonomi di Pulau Selayar. “Karena jika nantinya inflasi tinggi hal ini akan memberikan kontribusi terhadap inflasi nasional. ASDP kan banyak membangun kapal, lebih bagus jika kapal tersebut dapat diarahkan ke Pelabuhan Pamatata dan Bira di Kabupaten Selayar ini,” imbuhnya.  

 

KMP Lestari Maju karam pada Selasa (03/7/2018) dan mengakibatkan 35 korban jiwa, satu orang hilang serta 155 selamat. Kapal diduga mengalami kebocoran pada lambung, namun belum didapat keterangan jelas mengenai penyebab kebocoran lambung kapal.

 

Puluhan kendaraan masih berada di bangkai kapal. Proses pencarian terhadap korban yang hilang telah dihentikan karena telah melebihi tujuh hari.

 

Turut serta dalam Kunjungan Kerja  Komisi V DPR RI antara lain Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umar Hadi (F-PDI Perjuangan), Hamka B. Kady (F-PG), Bambang Haryo Soekartono, Ida Bagus Putu Sukarta (F-Gerindra), Sungkono (F-PAN), Irmawan, Unais Ali Hisyam, Abdul Latief Hanafiah (F-PKB), Mahfudz Abdurrahman (F-PKS), Abi Bakar Wasahua (F-PPP), dan Syarief Abdullah Alkadrie (F-Nasdem). (tra/sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pembangunan Daerah 3T Harus Menjadi Prioritas
19-09-2018 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir menilai pemerintah perlu memprioritaskan program-program pembangunan kawasan perdesaan, khususnya di daerah terdepan,...
Anggaran Keselamatan Publik Butuh Perhatian
18-09-2018 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengkritisi penyusunan pagu anggaran Badan Nasional dan Pencarian Orang (Basarnas) dan Badan...
DPR dan Pemerintah Serius Prioritaskan Masyarakat Desa Kalentambo dan Patimban
18-09-2018 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Nurhasan Zaidi menegaskan, DPR RI dan pemerintah serius untuk membantu menangani permasalahan petani warga Desa...
Komisi V Pertanyakan Pengawasan Itjen terhadap Kinerja Kementerian PUPR
17-09-2018 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Jhonny Allen Marbun mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan...