Kedaulatan Pangan Masih Dipertanyakan

14-09-2018 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat Focus Group Discussion (FGD). Foto: Geraldi/od

 

Kedaulatan pangan yang sering didengungkan dan diimpikan masih menjadi pertanyaan besar di negeri ini. Persoalannya berkutat pada produksi, konsumsi, dan distribusi. Pemerintah kerap mengklaim ketersediaan pangan cukup, tapi disaat yang sama selalu ada impor pangan yang masif.

 

Demikian mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/9/2018). Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon hadir memberi sambutan pengantar dalam diskusi pertanian bertajuk “Kemandirian Pangan Modal Dasar Ketahanan nasional”. FGD ini merangkum masukan berharga bagi DPR RI soal perkembangan dunia pangan di Tanah Air.

 

Dalam sambutannya, politisi Partai Gerindra itu mengatakan, DPR RI membutuhkan informasi sebanyak-banyaknya soal pertanian dan pangan untuk menyusun kebijakan. Kondisi ketersediaan pangan terakhir sangat menentukan tingkat keamanan nasional. Semakin berdaulat di bidang pangan, stabilitas keamanan kian terjaga.

 

“Kita ingin melihat informasi yang berkembang, baik itu persoalan produksi, konsumsi, maupun distribusi. Di satu sisi pemerintah mengatakan cukup produksi, tapi di sisi lain selalu terjadi impor beras yang cukup masif. Ini jadi konsen kita semua. Begitu juga dengan informasi komoditas lain ditambah pelemahan rupiah berdampak pada sektor pertanian, peternakan, dan lain-lain,” ungkap Fadli.

 

Mohammad Jafar Hafsah yang menjadi salah satu pembicara menyatakan, Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 masih disalahartikan. Pasal itu menyebut bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan rakyat.

 

Menurutnya, ketika bicara ‘kekayaan alam yang terkandung di dalamnya’, maka langsung ditujukan pada kekayaan tambang. Yang ada di permukaan bumi pun harus diperhatikan. Itulah dunia pertanian yang juga ikut andil menyejahterakan masyarakat. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Indonesia Lahir dari Kegiatan Berpikir, Bukan Infrastruktur Bangunan
19-11-2018 / PIMPINAN
Indonesia adalah suatu bangsa yang lahir dari kegiatan berpikir sekelompok orang yang awalnya terbatas, tetapi lama-lama menjadi gelombang yang menabrak...
DPR Komitmen Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
19-11-2018 / PIMPINAN
DPR RI komitmen segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual usai masa reses Masa Persidangan I ini berakhir.Mengingat...
DPR dan WFD Dukung Keterbukaan Parlemen di Level Global
19-11-2018 / PIMPINAN
DPR RI dan Westminster Foundantion for Democracy (WFD) sepakat mendukung semangat dan praktik Keterbukaan Parlemen atau Open Parliament. Pelaksanaan keterbukaan...
Pemerintah Harus Sikapi PNS yang Tolak Pancasila
19-11-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah dan semua institusi terkait untuk menyikapi secara serius data tentang rumah ibadah yang...