Baleg Gali Masukan Prolegnas 2019 ke Sulsel

19-10-2018 / BADAN LEGISLASI

Anggota Baleg DPR RI Lutfi Andi Mutty saat memimpin kunjungan kerja Baleg ke Makassar, Sulawesi Selatan,  Kamis (18/10/2018). Foto : Ann/Man

 

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menghimpun aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan untuk penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2019 di Provinsi Sulawesi Selatan.  Kunjungan ini dimaksudkan agar RUU yang dihasilkan memenuhi aspirasi dan sesuai kepentingan masyarakat.

 

Demikian diungkapkan Anggota Baleg DPR RI Lutfi Andi Mutty saat memimpin kunjungan kerja Baleg ke Makassar, Sulawesi Selatan,  Kamis (18/10/2018). Rombongan diterima langsung oleh PJ Sekda Sulsel Ashari Fakshiri Radjamilo.

 

"Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan kunjungan kerja ini menyerap aspirasi agar diperoleh masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap penyusunan Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2019," ungkap Politisi F-NasDem ini.

 

Ia menuturkan,  Baleg sebagai ujung tombak fungsi legislasi DPR RI,  terbuka menerima masukan dari masyarakat,  baik yang menyampaikan secara langsung dengan datang atau diundang ke DPR, maupun yang menyampaikan secara tidak langsung melalui surat.

 

"Sehingga diharapkan pada akhirnya setiap RUU yang akan ditetapkan menjadi UU senantiasa mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat," jelasnya.

 

Lutfy menjelaskan, secara spesifik tugas Baleg dalam penyusunan Prolegnas adalah mengoordinasikan penyusunan program legislasi nasional yang memuat daftar urutan rancangan undang-undang beserta alasannya untuk 5 (lima) tahun dan prioritas tahunan antara DPR, Pemerintah dan DPD.

 

Ia juga menyampaikan progress Prolegnas 2018, bahwa sebanyak 11 RUU telah disahkan menjadi Undang-Undang (5 RUU berasal dari daftar RUU Prioritas 2018 dan 6 RUU berasal dari daftar RUU Kumulatif Terbuka).

 

Sementara,  33 RUU dalam proses pembicaraan tingkat satu, dengan rincian 27 RUU berasal dari daftar RUU Prioritas 2018 dan 6 RUU berasal dari daftar RUU Kumulatif Terbuka. Sedangkan, masih ada 4 RUU Prioritas 2018 menunggu Surat Presiden, 1 RUU Prioritas 2018 menunggu Paripurna, 2 RUU Prioritas 2018 sedang tahap diharmonisasi di Baleg,  dan 11 RUU Prioritas 2018 masih dalam tahap penyusunan.

 

Sekda Sulsel Ashari Fakshiri Radjamilo mengapresiasi kunjungan Badan Legislasi DPR RI dalam rangka menyerap masukan. Menurutnya,  penyerapan aspirasi ini mencerminkan pelibatan masyarakat secara langsung dalam perancangan undang-undang,  sehingga UU yang dihasilkan memang sesuai kebutuhan.(ann,mp)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Mulyanto Nilai RUU ‘Omnibus Law’ Membuat Pendidikan Jadi Liberal dan Mahal
13-08-2020 / BADAN LEGISLASI
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Mulyanto menilai ketentuan dalam Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) sangat berbahaya...
RUU Ciptaker Bahas Tata Ruang Laut
12-08-2020 / BADAN LEGISLASI
Pembahasan maraton atas Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) sudah memasuki daftar inventaris masalah (DIM) yang mengatur tata ruang laut....
Pemda Harus Dilibatkan dalam Mendefinisikan Kawasan Strategis
11-08-2020 / BADAN LEGISLASI
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo menegaskan pemerintah daerah (pemda) harus dilibatkan dalam mendefinisikan kawasan strategis. Menurutnya, keterlibatan...
Baleg DPR Apresiasi Pemerintah Beri Kewenangan Pemda
06-08-2020 / BADAN LEGISLASI
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas mengingatkan agar dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Panja Cipta Kerja jangan...