Merisaukan, Pemilu Jadi Ajang Saling Menyudutkan

31-10-2018 / PARIPURNA

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo,saat membacakan pidato di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (31/10/2018). Foto : Jayadi/Man

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyatakan sangat risau, karena Pemilihan Umum (Pemilu) yang seharusnya menjadi festival demokrasi, ajang adu gagasan dan program, adu prestasi dan reputasi, berubah menjadi ajang saling menyudutkan, saling merendahkan, bahkan saling mengecilkan.

 

Bamsoet, sapaan akrabnya menegaskan, media sosial bukan lagi sarana edukasi bagi masyarakat, melainkan telah menjadi saluran penyebaran informasi dan berita-berita palsu (hoaks), yang terkadang menyesatkan dan membuat kita saling bermusuhan.

 

“Karena itu, saya menyerukan kepada semua elemen bangsa, terutama pihak yang terlibat dalam Pemilu untuk membangun narasi kebangsaan, narasi kebhinekaan, narasi untuk saling menguatkan dan membesarkan dalam rangka memperkokoh NKRI berdasarkan Pancasila,” tandas Bamsoet, dalam pidato penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018/2019 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

 

Menurut legislator Partai Golkar ini, masyarakat sangat merindukan agar para kontestan Pemilu mendemontransikan pikiran-pikiran dan program cemerlang untuk mengakselerasi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

 

“Kita tengah menyiapkan sebuah pertunjukan atau pesta demokrasi yang sangat spektakuler dan akan menjadi tontonan dunia, yaitu Pemilu serentak, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, pemilihan Anggota DPD serta pemilihan Anggota DPRD Kabupaten/Kota sekaligus. Barangkali inilah satu-satunya Pemilu terumit di dunia, dan itu baru ada di Indonesia,” ujarnya.

 

Lebih lanjut diingatkan, apabila momentum ini bisa dilewati itu dengan baik, sukses dan lancar, Indonesia akan tercatat dalam sejarah demokrasi dunia dengan tinta emas. Namun kalau yang terjadi sebaliknya, dimana para pendukung calon dan partai-partai politik saling serang, saling menyebar kebencian dan menimbulkan perpecahan bangsa, maka Indonesia akan dicemooh dunia.

 

“Itulah sebabnya, mengapa pidato saya kali ini saya beri judul ‘Beda Pilihan Bukan Berarti Permusuhan’,” pungkas legislator dapil Jawa Tengah III itu menegaskan. (mp/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Minta Ketegasan Kemenlu Terhadap Penahanan Muslim Uighur
13-12-2018 / PARIPURNA
Persekusi yang dialami oleh satu juta masyarakat muslim etnis Uighur di China turut menjadi sorotan Anggota Komisi III DPR RI...
BPIP Sah Jadi Mitra Kerja Komisi II
13-12-2018 / PARIPURNA
Rapat Paripurna penutupan masa sidang II DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Akuntabilitas Keuangan Negara...
DPR dan Pemerintah Setujui Kerja Sama Keamanan dengan Tiga Negara
13-12-2018 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI menyetujui tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) kerja sama tentang Kegiatan di Bidang Pertahanan dengan Kerajaan Spanyol dan...
Jelang Pemilu 2019, Ketua DPR Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian
13-12-2018 / PARIPURNA
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana teduh dan damai menjelang pesta demokrasi atau Pemilu serentak...