Pembangunan Infrastruktur Tak Hanya Untuk Jawa

11-02-2019 / KOMISI V

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Kota Pematangsiantar Foto : Eko/mr

 

Anggota Komisi V DPR RI Rahmat Nasution Hamka menegaskan pembangunan infrastruktur saat ini tidak lagi berpusat di Pulau Jawa. Indonesia bukan hanya Jawa, maka pembangunan infrastruktur harus merata di seluruh Indonesia. Papua, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, Sumatera dan Nusa Tenggara dan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus mendapat bagian dari pembangunan infrastruktur.

 

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah membangun infrastruktur yang tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa, tapi juga di luar Pulau Jawa, khususnya Sumatera. Ini trans lintas Sumatera sangat luar biasa pekembangan dan penyelesaiannya," ungkap Hamka usai meninjau langsung perkembangan infrastruktur bersama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis (07/2/2019).

 

Ia menjelaskan jalan tol menuju Tebing Tinggi tinggal menunggu waktunya untuk dibuka. Menurutnya jalan ini akan semakin menimbulkan multiplier effect bagi pergerakan ekonomi masyarakat di Sumatera Utara. Selain infrastruktur jalan, Tim Kunspek Komisi V DPR RI juga sempat meninjau terminal Horas Tanjung Pinggir. Hamka menyampaikan terminal tersebut baru diserahkan dari Pemerintah Kota ke Pemerintah Pusat, sehingga baru akan ditangani tahun ini.

 

“Kita minta masyarakat dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar bersinergi membangun tata ruang atau rekayasa lalu lintas yang setidaknya terminal tersebut mampu menjadi tumpuan sentral bagi moda transportasi di kota pematangsiantar," harap legislator PDI-Perjuangan ini. 

 

Sehingga kendaraan yang ke terminal tersebut tidak hanya untuk berputar dan mangkal saja, tapi ada pergerakan ekonomi. Hamka mengharapkan agar terminal tersebut mampu menjadi tempat pergerakan ekonomi baru. Dijelaskannya, untuk terminal sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar di tahun 2019. Demikian juga untuk pembangunan rel kereta api sepanjang 237 km dan stasiun dananya telah ada.

 

Direktur Prasarana dari Kementerian Perhubungan Risal mengatakan saat ini pihaknya akan membangun Terminal Horas Tanjung Pinggir dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 3 miliar dan perbaikan jalan serta penyerahan bus sekolah dan ada juga subsidi angkutan umum.

 

Mengenai pembangunan terminal, Wali Kota Pematangsiantar diminta untuk memberikan program sehingga terminal bisa difungsikan lebih maksimal. Salah satu yg ditekankan adalah bagaimana jalur dari jalan lingkar ada ke terminal. (eko/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Anggap Pemerintah Gagal Lindungi Hutan
19-08-2019 / KOMISI V
Kebakaran hutan yang masih terus terjadi membuktikan pemerintah gagal melindungi hutan seperti diamanatkan UU No.41/1999 tentang Kehutanan. Pemerintah tak mampu...
Komisi V Pertanyakan Kajian Pemerintah Terkait Pemindahan Ibu Kota
16-08-2019 / KOMISI V
Presiden Joko Widodo kembali menyinggung rencana pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan dalam pidato kenegaraan di Sidang bersama DPD...
Komisi V Usulkan Pembentukan Badan Pengembangan Kawasan Danau Toba
09-08-2019 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Sahat Silaban mengusulkan dibentuknya suatu Badan Pengembangan Kawasan Danau Toba yang akan menggantikan Badan Pelaksana...
Komisi V Minta Jalan Layang Medan - Berastagi Diprioritaskan
09-08-2019 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Anthon Sihombing meminta pembangunan jalan layang Kota Medan - Berastagi Kabanjahe, Provinsi Sumatera Utara agar...