Usia Bukanlah Halangan Bagi Lansia Beraktifitas Produktif

12-02-2019 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon saat menerima kunjungan Ikatan Lansia Bojong Kulur (ILBK) Kabupaten Bogor Foto : Geraldi/mr

 

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon menyatakan bahwa orang yang memasuki masa lanjut usia (lansia) masih memiliki kesempatan untuk tetap berbuat dan melakukan sesuatu hal yang berguna. Menurutnya, masa lansia tidak sepenuhnya dapat dikatakan masa tidak produktif, karena usia bukanlah suatu halangan bagi para lansia untuk tetap melakukan aktifitas produktif.

 

“Ini adalah kali pertama (bagi) saya menerima delegasi lansia. Lansia adalah masa-masa yang tidak sepenuhnya tidak produktif, sebab masih ada kesempatan untuk berbuat dan melakukan sesuatu. Mereka (lansia) adalah orang-orang yang mendapat anugerah dari Allah atas berkah usia yang panjang,” ucap Fadli saat menerima kunjungan Ikatan Lansia Bojong Kulur (ILBK) Kabupaten Bogor di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

 

Fadli mengatakan, resep untuk mencapai umur panjang adalah dengan bersikap happy, banyak melakukan aktifitas, tetap berteman dan menjalin silaturahmi, serta melakukan berbagai kegiatan lain. Dalam pertemuan tersebut, Fadli juga sempat menjelaskan tentang tugas dan fungsi DPR RI kepada para lansia yang hadir. 

 

“Saya sudah memperjuangkan berbagai aspirasi dari masyarakat, termasuk (aspirasi) dari masyarakat Bojong Kulur. Diantaranya masalah jalan rusak dan juga banjir, (semuanya)  sudah saya sampaikan kepada Bupati,” ujar politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

 

Fadli juga menyoroti masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar daerah Bojong Kulur. Legislator dapil Jawa Barat itu menambahkan, pencemaran lingkungan yang terjadi di sana sudah sangat luar biasa. Pada musim kering, kalinya terlihat hitam dan berbau akibat pencemaran limbah pabrik.

 

Sementara itu, Yanti selaku Ketua ILBK Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa jumlah anggota ILBK yang aktif adalah sekitar 160 orang dari total 400 orang anggotanya. Dan pada tanggal 25 Januari 2019 kemarin ILBK genap berusia 25 tahun. “Lansia adalah aset, oleh karenanya kami juga minta diperhatikan. Kami butuh perhatian, butuh dijenguk oleh Bapak Fadli Zon selaku wakil rakyat dapil Kabupaten Bogor,” tutur Yanti.

 

Terhadap permintaan tersebut, Fadli menyatakan, jika ada kesempatan dirinya pasti  akan kembali datang ke Bojong Kulur. Mengutip ungkapan Bung Hatta, Fadli menjelaskan bahwa kebahagiaan masyarakat tercapai apabila negara mampu memberi kecukupan pangan, sandang, papan, dan bisa  membayar ongkos rumah sakit, serta mempunyai jaminan hari tua. Hal ini harus menjadi bagian yang harus dipikirkan jika ingin Indonesia menjadi bangsa yang maju.

 

“Sebagai bangsa maju kita harus bisa memproyeksikan usia-usia  lansia yang masih termasuk usia produktif untuk ikut melakukan kegiatan ekonomi ataupun politik. Ini bisa memperpanjang umur ketimbang tidak melakukan sesuatu. Penduduk Bojong Kulur lebih heterogen, dan pastinya lebih kritis. Semoga kehadirannya ke Gedung DPR bisa menambah wawasan dan silaturahim yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (dep/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Fadli Zon Terima Silaturahmi Pamdal DPR RI
18-02-2019 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima silaturahmi perwakilan personel Pengamanan Dalam (Pamdal) Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI....
DPR Dorong Kesamaan Political Will Bahas RUU EBT
15-02-2019 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Agus Hermanto menyatakan, pengelolaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sangat...
Fahri Hamzah Dorong Pembahasan RUU Daerah Kepulauan Tuntas Sebulan
14-02-2019 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan sudah mengalami kemajuan yang luar biasa...
Ketua DPR Pastikan RUU Tak Pro LGBT
13-02-2019 / PIMPINAN
Rancangan Undang-Undang Pencegahan Kekerasan Seksual (RUU PKS) terus menjadi polemik di tengah masyarakat. RUU tersebut semakin menjadi polemik yang disebabkan...