SMKN 3 Ambon Belum Miliki CNC

19-02-2019 / KOMISI X

Tim Kunker Komisi X DPR mengunjungi SMK 3 Negeri Ambon. Foto: Singgih/jk

 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota Ambon ke depan memiliki prospek yang bagus, hal ini terbukti dengan banyak lulusannya yang diterima di berbagai perusahaan, baik perusahaan dalam maupun luar negeri. Namun dibalik berbagai prestasi itu, mayoritas peralatan praktik masih manual. Bahkan sekolah ini belum memiliki Computer Numerical Control (CNC).

 

“Peralatan mereka seperti mesin bubut, mesin sekrap, mesin pres dan sebagainya masih menggunakan manual. Sehingga ketika ada produksi massal, maka murid itu akan gagap karena masih menggunakan manual dan belum ada CNC, baik itu mesin bubut, mesin sekrap maupun yang lainnya,” ungkap Fikri saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Ambon, Maluku, Jumat (15/2/2019).

 

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, saat ini dunia industri pasti menggunakan CNC, karena selain mampu memproduksi jumlah besar, juga lebih mudah dibandingkan menggunakan manual. “Hampir semua industri sudah menggunakan CNC. Ini harus menjadi perhatian pemerintah agar memperhatikan mereka, dengan memberikan bantuan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

 

Fikri menilai, jika peralatan praktik SMKN 3 Ambon tidak dimodernisasi, maka mereka akan terus tertinggal. Apalagi kebutuhan di dunia industri saat ini sudah menggunakan peralatan yang canggih. Ia berharap pembagian peralatan untuk sekolah kejuruan yang diberikan pemerintah dapat diberikan secara merata. Sekolah yang memiliki prospek dan kemauan untuk maju seperti SMKN 3 Ambon ini harus lebih diperhatikan.

 

Legislator dapil Jawa Tengah ini menambahkan, SMKN 3 Ambon merupakan sekolah kejuruan yang menjadi andalan Maluku. Sekolah ini bertekad untuk maju, namun peralatannya sangat minim. Selain itu, guru juga masih kurang, dimana 1 jurusan hanya diisi 4 guru dengan komposisi 2 PNS dan 2 Non-PNS. Di sisi lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan merevitalisasi SMK sebanyak 350 sekolah pada 2019. (skr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemda Kuningan Diimbau Miliki RIPPDA
12-10-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan Kabupaten Kuningan mungkin kurang dikenal di kalangan wisatawan, padahal Kuningan memiliki...
Persoalan Guru Honorer Harus Diselesaikan Lintas Kementerian
12-10-2020 / KOMISI X
Anggota komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengatakan persoalan pendidikan terkait guru honorer sudah menjadi permasalahan nasional. Belum ada...
Pemda Kuningan Harus Petakan Potensi Pariwisata di Kuningan
12-10-2020 / KOMISI X
Memiliki alam yang indah dan sejuk, sudah selayaknya Kabupaten Kuningan membangun banyak destinasi wisata. Tinggal bagaimana langkah dan upaya dari...
Pembukaan Kembali Sekolah Harus Pertimbangkan Isu Kesehatan
11-10-2020 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan mengimbau pemerintah daerah perlu mempertimbangkan isu kesehatan dalam pembukaan kembali sekolah di tengah...