Legislator Apresiasi Sharing Sarpras UNBK di Purwakarta

18-03-2019 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Titik Prasetyowati Verdi saat melakukan Kunjungan Kerja ke SMP Negeri 1 Purwakarta dan SMA Negeri 1 Purwakarta. Foto: Erman/rni
 

Anggota Komisi X DPR RI Titik Prasetyowati Verdi mengapresiasi sharing sarana dan prasarana untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 1 Purwakarta dan SMA Negeri 1 Purwakarta. Diketahui, SMPN 1 Purwakarta diperkenankan untuk memanfaatkan laboratorium komputer milik SMAN 1 untuk pelaksanaan UNBK 2019.

 

“Bagus sekali menurut saya kerja sama yang dilakukan sekolah tersebut. Dimana keduanya bersinergi agar UNBK itu bisa berjalan dengan baik,” puji Titik saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Spesifik spek Komisi X DPR RI dalam rangka pengawasan persiapan pelaksanaan UNBK tahun 2019 di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (14/3/2019).

 

Guna menyiasati kurangnya sarana komputer, UNBK di SMAN 1 Purwakarta dilaksanakan secara silih berganti sebanyak 3 sesi. Menurut legislator partai Nasional Demokrat (NasDem) itu, UNBK idealnya dilaksanakan satu sesi saja dalam satu hari. Karena bila anak didik kebagian sesi ketiga, hal tersebut diyakini akan berpengaruh pada kondisi psikologinya dalam mengerjakan soal.

 

Selain itu, secara khusus ia berpesan kepada manajer area PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta PT. Telkom untuk berkomitmen memastikan kondisi listrik dan jaringan internet pada saat pelaksanaan UNBK tidak terkendala. “Memang tapi saat ini karena situasi emergency sudah dekat, mohon pihak PLN juga dan Telkom dalan hal jaringan listrik dan internet untuk siaga siaga satu,” tegas Titik.

 

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 1 Purwakarta Rikrik Halimatussadiah menyampaikan, dalam pelaksanaan UNBK, sekolahnya mendapat pinjaman fasilitas komputer dari SMAN 1 Purwakarta. Mengingat SMPN 1 Purwakarta cuma memiliki 20 unit komputer. Ia juga mengkritisi pemerintah yang menurutnya tidak mempersiapkan UNBK dengan baik, padahal UNBK sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu.

 

“Pemerintah sudah tahu jumlah peserta didik yg akan melaksanakan UNBK. Namun pemerintah tidak menyadari rentanya gangguan. Seperti server yang tiba-tiba down. Pemerintah tidak menyiapkan backup, sudah pasti berdampak pada psikologis siswa, dan pihak sekolah pun kena imbasnya oleh orang tua siswa,” pungkas Rikrik. (es/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ekraf Harus Didorong Untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
24-09-2020 / KOMISI X
Sektor ekonomi kreatif (ekraf) harus terus didorong eksistensinya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Apalagi, menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI...
RUU SKN Perlu Akomodir Olahraga 'Off-Road'
24-09-2020 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menghimpun sejumlah masukan dari pihak-pihak terkait untuk memperkaya pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN)....
Kemenparekraf Diharap Kembangkan Potensi Desa Wisata
24-09-2020 / KOMISI X
Potensi desa wisata masih luput dari perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk dikembangkan. Keberadaan desa wisata saat ini...
Rencana Menghilangkan Mapel Sejarah Sangat Meresahkan
23-09-2020 / KOMISI X
Wacana menghilangkan mata pelajaran (mapel) sejarah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah meresahkan banyak pIhak, terutama para guru...