Komisi VIII Apresiasi Halal Center Unissula

21-05-2019 / KOMISI VIII

Anggota Komisi VIII DPR RI Wenny Haryanto. Foto : Anne/mr

 

Anggota Komisi VIII DPR RI Wenny Haryanto mengapresiasi atas didirikannya Halal Center Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) di Semarang, Jawa Tengah. Diharapkan hadirnya halal center tersebut dapat mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya sertifikat halal bagi produk makanan dan minuman serta jasa.

 

“Kita tahu sebagian besar penduduk Indonesia itu Islam, tapi ironisnya justru sebagian besar masyarakat kita justru belum terbiasa budaya sertifikasi produk halal,” papar Wenny di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis ke Unissula, Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/5/2019).

 

Kunjungan tersebut membahas persiapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang akan bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mensosialisasikan dan memberikan pedampingan kepada pelaku usaha dan masyarakat, seiring terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

 

Diakui Wenny, sebagian besar masyarakat Indonesia muslim, namun masih belum memahami dan menyadari pentingnya standar halal suatu produk. Di sisi lain, gaya hidup halal (halal lifestyle) telah menjadi tren global dan memiliki peluang ekonomi. Sehingga jaminan produk halal bukan tentang Indonesia saja tetapi juga bagaimana menjawab tantangan perekonomian di era perdagangan bebas saat ini, seperti ekonomi di wilayah ASEAN, Indonesia masih jauh tertinggal dari Malaysia.

 

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, sebelum UU JPH diberlakukan, sertifikasi halal masih bersifat sukarela. Namun, terbitnya PP sebagai aturan turunan dari UU JPH tersebut sekaligus menandai keharusan implementasi operasional penjaminan produk halal di Indonesia. “Sekarang tugas dari pemerintah adalah membuat masyarakat bisa memahami adanya UU JPH itu,” sambungnya.

 

Sebelumnya, Rektor Unissula Prabowo Setiyawan menyampaikan dasar pertimbangan dibentuknya halal center yang baru berjalan sejak bulan Maret lalu. Menurutnya, Unissula mempunyai tanggung jawab moral untuk mensosialisasikan produk halal. Pihaknya juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mensosialisasikan kepada pelaku UMKM dan masyarakat tentang pentingnya jaminan produk halal.

 

Ia menambahkan, produk berlabel halal memiliki daya saing lebih tinggi. Tercatat, potensi halal market global semakin meningkat setiap tahunnya dan diprediksi akan terus naik hingga pada tahun 2030. “Permintaan sertifikasi produk halal saat ini justru datang dari negara non muslim. Sebagai contoh Korea Selatan yang kini memiliki perhatian terhadap persoalan halal karena produk barang dan jasa mereka," tutup Prabowo. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VIII Akan Perkuat Kelembagaan BNPB
25-09-2020 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengatakan, dalam pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang...
Komisi VIII Setujui Anggaran 2021 Kemensos Rp 92 triliun
23-09-2020 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily meminta jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memanfaatkan anggaran sebesar Rp 92...
Komisi VIII Temukan Masih Adanya Pemotongan Dana BOS Madrasah
23-09-2020 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menegaskan rencana Menteri Agama Fachrul Razi menganulir pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)...
Legislator Dukung KPPPA Ciptakan Pemberdayaan Perempuan Dalam Berwirausaha
22-09-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI M Husni mendukung rencana Kementerian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menciptakan pelatihan kewirausahaan khusus...