Sedimentasi Waduk Bili-Bili Harus Segera Ditangani

24-06-2019 / KOMISI VII

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI  Tamsil Linrung Foto : Hendra/mr

 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI  Tamsil Linrung menyoroti sedimentasi yang terjadi di Waduk Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera ditangani. Hal ini agar kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bili-Bili dalam menghasilkan listrik kembali maksimal. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi, karena pasokan listrik di Sulsel mengalami surplus.

 

“Pada dasarnya listrik di Sulsel surplus. Saya kira kontribusi PLTA Bili-Bili termasuk di dalamnya, cuma Bili-Bili ini belum beroperasi secara penuh semuanya karena adanya sedimentasi. Kuota listrik yang diberikan itu tidak penuh. Kita menyaksikan bahwa turbinnya itu tidak jalan bersamaan, tapi bergantian,” ujar Tamsil saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI meninjau PLTA Bili-Bili, Gowa, Sulsel, Sabtu (22/6/2019).

 

Permasalahan sedimentasi ini menjadi topik yang dibahas dalam Kunspek tersebut. Tamsil menambahkan, Komisi VII DPR RI berharap permasalahan ini perlu segera ditangani secara maksimal. Bahkan, penguatan anggaran pun siap dilakukan oleh Komisi VII DPR RI manakala dalam penyelesaiannya membutuhkan tambahan anggaran.

 

“Permasalahan yang dikeluhkan soal sedimentasi. Karena itu kita harus sama-sama mengatasi supaya PLTA yang ada di sini bisa berjalan dan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kelistrikan di Sulsel dan juga memberikan implikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Tamsil.

 

Legislator dapil Sulsel ini mensinyalir sedimentasi yang terjadi ini disebabkan oleh longsor dan penambang liar. Bahkan penambang berizin juga berkontribusi pada pembentukan sedimentasi di Waduk Bili-Bili. Karena ini ia mengapresiasi langkah Pemprov yang telah punya rencana untuk menghentikan kegiatan penambangan yang ada di wilayah sekitarnya.

 

“Bahkan penambangan di sini harus dihentikan total. Saya dengar dari Gubernur Sulsel sudah tidak  mengizinkan penambangan. Dari kabupaten sudah tidak ada rekomendasi penambangan. Karena izin dikeluarkan setelah ada rekomendasi dari kabupaten,” ujar Tamsil.

 

Politisi PKS ini berharap kontribusi listrik di Sulsel bisa mencapai titik maksimal. Melalui politik anggaran, Komisi VII DPR RI siap mengawal proses penanganan sedimentasi agar listrik di Sulsel bisa mencapai titik maksimal dan didistribusikan ke wilayah Sulawesi pada umumnya.

 

“Kita mendorong penganggaran. Saya kira semua harus berkomitmen penganggaran di tingkat nasional dan daerah harus menjaga ini. Masyarakat harus didorong untuk tidak melakukan langkah yang bisa meningkatkan sedimentasi,” pesan Tamsil.

 

Sementara itu, Direktur Bisnis PT. PLN Samsul Huda yang turut hadir dalam kesempatan ini memberikan apresiasi atas langkah dan perhatian Komisi VII DPR RI terhadap kondisi kelistrikan di Sulsel. Sehingga diharapkan sinergi yang baik ini dapat memberikan hasil positif untuk kinerja PLN ke depannya. (hs/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Pertanyakan Implementasi Permen ESDM No 8 Tahun 2020
29-09-2020 / KOMISI VII
Pada Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Plt Dirjen Migas, Kepala BPH Migas, Dirut Pupuk Indonesia dan Dirut...
Jangan ada Miskomunikasi antara Komisi VII dengan Menteri ESDM
24-09-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mengharapkan, saran dan masukan dari para Anggota Komisi VII kepada Menteri Energi dan...
Tambahan Dana Abadi Kemenristek Tak Disetujui, Komisi VII Panggil DJPB Kemenkeu
23-09-2020 / KOMISI VII
Berdasarkan mekanisme pembahasaan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Komisi VII DPR RI menyepakati bahwa anggaran Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/...
Pemerintah Dinilai Lamban Soal Pengembangan EBT
22-09-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pemerintah masih terkesan lamban dalam menjalankan mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Padahal...