Delegasi GKSB Upayakan Kerja Sama Indonesia - Rio de Janeiro

16-07-2019 / B.K.S.A.P.

Ketua Delegasi Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Brazil Mukhamad Misbakhun saat menyampaikan tujuan kunjungan delegasi GKSB ke Federasi Industri Rio de Janeiro (Firjan). Foto: Dok/rni

 

Ketua Delegasi Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Brazil Mukhamad Misbakhun menyampaikan tujuan kunjungan delegasi GKSB ke Federasi Industri Rio de Janeiro (Firjan) antara lain mengupayakan adanya kerja sama antara Indonesia dan Brazil pada sektor government to government, business to business, people to people maupun parliament to parliament.

 

Hal itu diungkapkan Misbakhun saat memimpin Delegasi GKSB DPR RI – Brazil ke Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Negara Bagian Rio de Janeiro, Brazil, Senin (8/7/2019). Pertemuan dihadiri Dubes Frederico Araujo, Direktur Internasional Firjan dan Giorgio Rossi, Koordinator Internasional Firjan.

 

“Kunjungan ini untuk meningkatkan kerja sama bilateral di bidang perdagangan dan industri. Baik KADIN maupun Firjan berfungsi juga sebagai sarana penghubung antara pengusaha swasta dan asing termasuk hubungan dengan pemerintah bagi kemajuan sektor perdagangan dan industri dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Misbakhun dalam pertemuan.

 

Terkait hal itu, Dubes Frederico Araujo mengatakan, kedua negara mempunyai potensi yang mirip di wilayahnya masing-masing, dengan jumlah penduduknya yang besar yaitu Brazil peringkat ke-5 di dunia dan Indonesia ke-4 di dunia. “Pasti kita bisa meningkatkan kerja sama di semua bidang, baik politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan dan lain-lain. Kita pasti dapat bekerjasama dan berdialog,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Mr. Giorgio Rossi dalam presentasinya menyampaikan tentang struktur dan ruang lingkup aktivitas Firjan yang meliputi bidang industri dan perdagangan Rio de Janeiro. “Lebih dari 7.000 perusahaan yang beroperasi di bidang perdagangan dan industri di negara, bagian Rio de Janeiro tergabung dalan sistem Firjan. Salah satu bidang yang penting di Firjan ialah hubungan internasional yang menangani kerjasama internasional dengan berbagai pihak/perusahaan mancanegara,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia berpendapat untuk menangani dan menjamin keberhasilan dan pengembangan banyak sektor maka harus dijamin profesionalisme SDM  di berbagai sektor terutama di bidang industri dan perdagangan. “Untuk bidang SDM kami kini mengembangkan kerja sama antara lain dengan Perancis yang dikenal sebagai berhasil mendidik para anak muda tingkat SMA di bidang matematika. Bidang ini penting untuk perdagangan dan industri. Juga kami mengembangkan sistem 4,0 yang dapat dilihat di Casa Firjan,” jelasnya.

 

Giorgio menambahkan, dewasa ini diketahui China memiliki 80 persen bahan yang dikenal sebagai "Grafeno". Dari hasil penelitian selebihnya 20 persen ada di Brazil dan Indonesia. Belum banyak dikenal umum produksi bahan "grafeno" tersebut. Brazil punya study project untuk bahan sejenis mineral tersebut. “Tentu saja di sektor-sektor lain kita dapat menjalin kerja sama. Saya mengharapkan bahwa kunjungan GKSB ke Firjan ini merupakan yang pertama dari kunjungan-kunjungan lain ke Firjan selanjutnya di masa mendatang,” tutupnya. (pun/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Tegaskan Urgensi Multilateralisme Tangani Covid-19
28-09-2020 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon mengingatkan urgensi kerja sama multilateral melalui ‘Universal Health Coverage’ (UHC)...
BKSAP Dorong Penguatan Kerja Sama Internasional Guna Wujudkan Ketahanan Global
28-09-2020 / B.K.S.A.P.
Fokus pembangunan dunia berubah secara drastis sejak terjadinya pandemi Covid-19, dengan sektor kesehatan dan ekonomi yang paling terdampak. Pandemi ini...
BKSAP Dorong Distribusi Vaksin Covid-19 Secara Proporsional
27-09-2020 / B.K.S.A.P.
Pandemi Covid-19 telah bertransformasi, bukan hanya masalah kesehatan, namun menjadi masalah ekonomi, sosial, politik, serta keamanan yang merupakan masalah global....
Pandemi Covid-19, Momentum Menuju Ekonomi Hijau
24-09-2020 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Dr. Fadli Zon menilai pandemi Covid-19 merupakan momentum untuk beralih ke ekonomi...