Pendidikan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Industri

19-07-2019 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati Foto : Andri/mr

 

Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus disesuaikan dengan kebutuhan industri, khususnya di era industri 4.0. Ia menilai, penyerapan tenaga kerja selama ini belum maksimal, lantaran masih banyaknya lulusan sekolah vokasi yang tidak bekerja sesuai jurusan pendidikan yang ditekuninya.

 

“Banyak lulusan sekolah vokasi yang tidak bisa mendapatkan tempat pekerjaan yang sesuai. Nah ini perlu dilihat ada apa. Apa karena lulusannya tidak kapabel, tidak sesuai yang dibutuhkan, atau memang jurusan sekolah vokasi itu sebenarnya sekarang sudah tidak sesuai lagi karena perkembangan teknologi,” kata Esti saat ditemui Parlementaria di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

 

Hal ini disampaikannya menanggapi Pidato Presiden Joko Widodo yang mengangkat isu peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia dalam periode ke-2 pemerintahannya. Ia menuturkan, pendidikan vokasi menjadi satu hal yang penting untuk meningkatkan pembangunan SDM. Namun, hal ini harus diikuti dengan perkembangan teknologi, sehingga diharapkan lulusan vokasi dapat memenuhi kebutuhan industri.

 

Selain penyesuaian pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi, penyesuaian tenaga pendidik dengan jurusan vokasi juga perlu diperhatikan. Anggota Fraksi PDI-Perjuangan ini mengatakan bahwa tenaga pendidik yang sesuai dengan jurusan vokasi sangat dibutuhkan. Tidak bisa tenaga pendidik hanya menguasai ilmu setengah-setengah lalu mendidik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas bagus.

 

“Tenaga pendidiknya memang harus mendapatkan penguatan. Artinya, tenaga-tenaga pendidik di sekolah vokasi ini ya dituntut untuk mengikuti zaman. Jadi tidak bisa hanya menguasai setengah-setengah, lalu kita minta untuk mendidik. Untuk menghasilkan anak-anak dengan kualitas yang bagus, tenaga pendidik harus mengajar sesuai dengan jurusan yang di tempuhnya,” jelas Esti.

 

Esti menambahkan, pemetaan penyerapan tenaga kerja juga dibutuhkan untuk melihat kebutuhan suatu daerah terhadap jurusan tertentu. Ia memberikan contoh, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang gencar meningkatkan pariwisatanya. Maka, pemerintah mesti memberikan pelatihan vokasi yang bersinggungan dengan pariwisata, guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di daerah itu.

 

“Sekali lagi, harus berdasarkan data. Data seperti apa? Data tentang kebutuhan mengenai tenaga-tenaga terampil yang dibutuhkan pada era saat ini dan prediksi di masa mendatang. Tentu kalau sekarang kita bicara era revolusi industri generasi keempat,” terang legislator dapil Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta ini.

 

Terakhir, Esti berpesan, kebijakan afirmatif pemerintah seperti dukungan anggaran juga sangat penting untuk perkembangan pendidikan vokasi. Anggaran ini nantinya digunakan untuk meningkatkan tenaga pendidik sehingga target lulusan yang ingin dicapai dapat terpenuhi. (ann,gre/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Atlet Naturalisasi Diharapkan Fokus pada Kejuaraan Dunia
22-10-2020 / KOMISI X
Empat atlet naturalisasi yang mengajukan diri menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), diharapkan bisa fokus membantu tim Indonesia pada kejuaraan dunia....
Komisi X Bahas Naturalisasi Empat Atlet
22-10-2020 / KOMISI X
Empat atlet Warga Negara Asing (WNA) mengajukan permohonan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Keempatnya merupakan para atlet profesional yang telah...
Pemda Kuningan Diimbau Miliki RIPPDA
12-10-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan Kabupaten Kuningan mungkin kurang dikenal di kalangan wisatawan, padahal Kuningan memiliki...
Persoalan Guru Honorer Harus Diselesaikan Lintas Kementerian
12-10-2020 / KOMISI X
Anggota komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengatakan persoalan pendidikan terkait guru honorer sudah menjadi permasalahan nasional. Belum ada...