Legislator Minta PSBI Jangkau Kegiatan ‘Off Farm’

30-07-2019 / KOMISI XI

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soepriyatno Foto : Erman/mr

 

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soepriyatno menganjurkan Bank Indonesia (BI) ketika menjalankan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) tidak melulu fokus pada kegiatan pertanian (on farm) saja, namun juga menyasar pada kegiatan yang off farm seperti upaya menjadikan produk pertanian semenarik mungkin sehingga laris di pasaran.

 

“PSBI bukan hanya on farm saja, tetapi juga off farm. Seperti masalah packaging bagaimana dibuat semenarik mungkin, juga pangsa pasarnya harus dipikirkan dalam PSBI,” kata Soepriyatno saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI meninjau perkebunan milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Arjuna yang menerima manfaat PSBI di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Senin (29/7/2019).

 

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan selama ini program yang digagas Bank Indonesia itu sudah banyak memberikan manfaat bagi Gapoktan. Di Jawa Timur sendiri, selain petani bawang merah dan bawang putih, PSBI juga sudah menyasar kepada petani kopi. Dimana, saat ini tren konsumsi kopi di penjuru dunia sedang meningkat.

 

“Di Jatim, banyak penghasil hortikultura seperti bawang merah, bawang putih. Sekarang kopi sudah mulai mendunia. Kita disini tidak hanya menghasilkan kopi jenis robusta saja, melainkan juga jenis arabica. Ini kesempatan kita mengedukasi petani dengan aktivitas off farm, agar produksi petani kita dapat diekspor ke penjuru dunia,” tandas politisi dapil Jawa Timur II itu.

 

Secara keseluruhan, lanjut Soepriyatno, Komisi XI DPR RI mendorong agar Bank Indonesia senantiasa mengembangkan program kemasyarakatan seperti PSBI agar dapat diterapkan ke daerah-daerah lainnya sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Gapoktan Mitra Arjuna Luki Budiarti menceritakan bahwa pihak Bank Indonesia melalui PSBI sudah membina Gapoktan Mitra Arjuna sejak tahun 2011. Tidak hanya menjadi mitra dalam bercocok tanam, Gapoktan Mitra Arjuna juga diajarkan untuk membentuk kelembagaan yang kuat.

 

“Sejak dibimbing oleh BI melalui PSBI, kami merasa petani itu bukanlah pengemis yang meminta-minta bantuan, namun kami menunjukkan bahwa kami bisa bekerja sama dengan instansi pemerintah. Kami sudah mengantongi izin PIRT (Produksi Izin Rumah Tangga pangan) hingga sertifikat halal. Bahkan produksi kentang kami sudah diekspor oleh BI ke Singapura,” pungkas Luki. (es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Dorong Bank Himbara Akselerasi Penyaluran Stimulus PEN
25-09-2020 / KOMISI XI
Menuju penghujung kuartal III-2020, Pemerintah terus memaksimalkan pelaksanaan berbagai stimulus yang termuat dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pada Konferensi...
Menkeu Umumkan Resesi, Pemerintah Harus Fokus Bantu Rakyat dan Dunia Usaha
23-09-2020 / KOMISI XI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III tahun 2020. Hal itu menyusul revisi proyeksi...
PMN Rp 20 Triliun BPUI Harus Jelas Penggunaannya
23-09-2020 / KOMISI XI
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Badan Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), atau BPUI, senilai...
Bank Himbara Perlu Optimalkan Penyaluran Kredit UMKM Sektor Riil
23-09-2020 / KOMISI XI
Guna mendorong ekspansi penyaluran kredit di tengah pelemahan ekonomi, pemerintah telah menempatkan deposito atas uang negara pada sejumlah perbankan tanah...