Komisi V Minta Jalan Layang Medan - Berastagi Diprioritaskan

09-08-2019 / KOMISI V

Anggota Komisi V DPR RI Anthon Sihombing saat menerima audiensi Bupati Dairi, Bupati Karo dan DPRD Provinsi Sumatera Utara Foto : Grace/mr

 

Anggota Komisi V DPR RI Anthon Sihombing meminta pembangunan jalan layang Kota Medan - Berastagi Kabanjahe, Provinsi Sumatera Utara agar diprioritaskan. Selain untuk mengurai kemacetan, akses ini sangat dibutuhkan untuk mengangkut hasil alam dan komoditas hortikultura masyarakat Kabupaten Karo.

 

“Kami minta Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk mengkaji ini secepatnya, karena jalan tersebut karena sangat dibutuhkan masyarakat," papar Anthon saat menerima audiensi Bupati Dairi, Bupati Karo dan DPRD Provinsi Sumatera Utara di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

 

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, akibat kemacetan yang sering kali terjadi, banyak sektor perekonomian yang terganggu, termasuk pengusaha sayur-mayur dan hortikultura. Kerugian itu ditaksir mencapai Rp 300 miliar per tahun. Dengan jalan layang tersebut diharapkan memangkas waktu perjalanan dan mengurai kepadatan kendaraan jalur Medan - Berastagi, maupun sebaliknya.

 

Rencananya, jalan layang tersebut akan dibangun di dua titik padat kendaraan, masing - masing di Desa Bandar Baru dan di depan PDAM Tirta Malem. Jalan ini dipakai untuk mengangkut hasil pertanian dari beberapa kabupaten dan mendukung pariwisata yang akan dibangun di sekitar Danau Toba,” sambung Anthon sembari berharap jalan layang itu mampu mendongkrak roda perekonomian antar daerah, khususnya sepanjang jalan Medan - Karo.

 

Untuk mendukung infrastruktur di kawasan pariwisata Danau Toba yang masuk dalam program strategis nasional, Anthon juga mendorong pemerintah membuat jalan lingkar luar Simalungun - Karo - Deli Serdang - Samosir agar tercipta konektivitas.

 

Sebelum bertemu Komisi V DPR RI,  Komisi D DPRD Sumut, Bupati Deli Serdang dan Bupati Karo juga melakukan audiensi dengan Kementerian PUPR untuk mengusulkan pembangunan jalan tol Medan - Berastagi, namun usulan tersebut ditolak. Karenanya, diharapkan ada pembangunan 2 jalan layang sebagai alternatif mengatasi kemacetan parah yang sudah menjadi masalah selama bertahun-tahun.

 

Dalam pertemuan itu, Komisi D DPRD Sutrisno Pangaribuan meminta dukungan anggaran pemerintah pusat untuk akses jalan Medan - Berastagi.  Menurutnya, kegiatan perekonomian di sumut ini sangat tergantung pada kualitas jalan Medan - Berastagi karena menghubungkan sejumlah kabupaten, seperti Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir, Tobasa, Tapanuli Utara, hingga Aceh Tenggara.

 

“Pembangunan jalan tol memperlancar perjalanan kendaraan dari dan ke Medan - Berastagi adalah keharusan, namun paling tidak adalah pembangunan jalan layang untuk atasi kemacetan," ungkap Sutrisno. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kemenhub Usulkan Tambahan Anggaran Rp 441,5 Miliar
17-09-2019 / KOMISI V
Komisi V DPR RI menyetujui penambahan pagu alokasi anggaran Kementerian Perhubungan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun...
Legislator Kritisi Anggaran Kemendes PDTT
10-09-2019 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menilai pagu anggaran tahun 2020 yang dialokasikan untuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
Bangun Indonesia dari Desa Butuh Anggaran Layak
09-09-2019 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan, untuk membangun Indonesia dari desa memerlukan anggaran yang layak. Ironisnya, anggaran Kementerian...
Pembangunan Bendungan Waeapo Harus Diselesaikan
09-09-2019 / KOMISI V
Pembangunan Bendungan Waeapo pengerjaannya terbilang lamban. Sudah dua tahun pembangunan berjalan, namun kemajuan fisik proyek bendungan tersebut baru 2,53 persen....