Kebutuhan Listrik Bali Meningkat Pesat

02-09-2019 / KOMISI VII

Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian. Foto: Ria/rni

 

Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagian mengatakan, berdasarkan catatan Panja Kelistrikan, ketersediaan listrik yang andal ke depan perlu menjadi perhatian. Seiring dengan pesatnya industri pariwisata, kebutuhan listrik di Bali juga meningkat pesat. Kondisi kelistrikan khususnya di wilayah Bali perlu mendapat perhatian.

 

“Hal tersebut pasti akan berpengaruh pada peningkatan beban listrik, ini yang harus dipikirkan dan diantisipasi,” kata Ramson saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali, Jumat (30/8/2019). 

 

Sebagai muka Indonesia, Bali diharapkan menjadi kota percontohan pengguna energi ramah lingkungan yang dicanangkan oleh pemerintah daerah. “Saat ini ada menggunakan gas. Ini akan habis juga. Makanya d harapkan Bali menggunakan energi baru terbarukan. Terkait kekhawatiran defisit, menurut saya untuk  memperkuat sistem kelistrikan di Bali, pembangunan transmisi Jawa Bali Connection (JBC) dinilai dapat menjadi solusi," jelasnya. 

 

Di tempat yang sama, Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JBTBN) PT. PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso menjelaskan PLN bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan rencana yakni ke depan Bali akan dipasok dengan energi bersih.  “Kami akan optimalkan energi gas dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” ucap Iwan.

 

Hal tersebut sesuai dengan isi perjanjian kerja sama antara PLN dengan Gubernur Bali Wayan Koster mengenai penguatan ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Bali yang telah ditandatangani pada 20 Agustus 2019 lalu. Dari sisi pembangkit, Direktur Operasi II PT. Indonesia Power Bambang Anggono menyampaikan ketersediaan energi primer untuk kebutuhan pembangkit listrik di Bali saat ini sudah terpenuhi.

 

Selain itu, Bambang juga telah menyiapkan skema operasional pembangkit jika beban listrik meningkat agar listrik di Bali tetap aman. Tak hanya memiliki pasokan listrik yang andal dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan, Bali juga diharapkan dapat mandiri energi seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Wayan Koster. "Meskipun saat ini listrik di Bali dipasok dari Jawa, kami juga mengarah pada Bali mandiri energi,” ucap Indra. (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Jangan ada Miskomunikasi antara Komisi VII dengan Menteri ESDM
24-09-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mengharapkan, saran dan masukan dari para Anggota Komisi VII kepada Menteri Energi dan...
Tambahan Dana Abadi Kemenristek Tak Disetujui, Komisi VII Panggil DJPB Kemenkeu
23-09-2020 / KOMISI VII
Berdasarkan mekanisme pembahasaan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Komisi VII DPR RI menyepakati bahwa anggaran Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/...
Pemerintah Dinilai Lamban Soal Pengembangan EBT
22-09-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pemerintah masih terkesan lamban dalam menjalankan mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Padahal...
Komisi VII Apresiasi Masukan terkait RUU EBT
22-09-2020 / KOMISI VII
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengapresiasi masukan-masukan yang diberikan berbagai organisasi seperti Kamar Dagang Industri (Kadin), Tropical Landscape...