Wapres Harap Delegasi WPFSD Perkuat Kerja Sama Kemitraan

04-09-2019 / B.K.S.A.P.

Wakil Presiden ri Jusuf Kalla didampingi Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua BKSAP DPR RI, Nuryahati Ali Assegaf saat membuka perhelatan ke 3 WPFSD di Badung, Bali. Foto : Naefurodji/hr

 

 

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meminta kepada seluruh delegasi yang hadir pada World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) ke-3 untuk terus meningkatkan kerja sama kemitraan terutama dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) tahun 2030.

 

Goals ke-17 daripada SDGs adalah partnership for the goals atau kerja sama untuk mencapai tujuan. Hari ini berarti kita melaksanakan goals ke-17 kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah kita sepakati bersama sebelumnya untuk kemanusiaan, keadilan dan juga pertumbuhan kita semuanya,” kata JK, sapaan akrabnya, dalam pidatonya pada pembukaan WPFSD ke-3 di Badung, Bali, Rabu (4/9/2019).

 

Pada perhelatan ke-3 ini, WPFSD mengangkat tema ‘Combating Inequality Through Social Financial Inclusion’. Tema tersebut untuk mengurangi ketidakadilan atau kesenjangan di seluruh penjuru dunia. Combating inequality, menurut JK, tentunya dibarengi dengan kemajuan sosial dan ekonomi serta keuangan tanpa adanya diskriminatif.

 

“Kemudian inklusi juga menjadi tema sentra pencapaian SDGs. Melalui prinsip kerjasama, tidak akan ada seorang pun ditinggalkan dengan keterbelakangan (leave no one behind). Penempatan seluruh pemangku kepentingan secara sosial dan keuangan menjadi faktor yang sangat penting mengingat kemajuan sosial dapat dicapai apabila ekonomi kita berkembang,” ucapnya.

 

Setiap Negara, lanjut JK, pencapaian dari masing-masing SDGs tidaklah sama. JK mencontohkan, banyak Negara saat ini fokus pada bagaimana upaya menghapuskan kelaparan di negaranya masing-masing. “Tentu hal-hal seperti ini tidak mudah untuk dicapai, tapi dengan kerja sama saya yakin semuanya dapat diperoleh dengan baik,” imbau JK.

 

JK menerangkan bahwasanya Parlemen memiliki peran yang sangat penting baik dalam legislasi, penganggaran dan pengawasan program pembangunan suatu negara. Apalagi di dalam negara yang menganut paham keseimbangan antara eksekutif, legislatif, yudikatif seperti Indonesia

 

“Karena itulah maka usaha kita untuk mencapai tujuan-tujuan dari pada SDGs sangat mulia, apakah itu mengurangi kemiskinan, inequality, economi grouth, gender, kesehatan, clean water ataupun clean energy, infrastruktur dan lainnya, semuanya sangat penting bagi suatu negara,” ungkap JK.

 

JK mendorong agar delegasi parlemen dunia yang hadir, untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi yang menjadi rangkaian para agenda WPFSD 2019. Hal ini juga dikarenakan faktor parlemen yang memiliki kewenangan salah satunya dalam hal budgeting (anggaran)  tentunya sangat penting untuk mengurangi kesenjangan atau ketidakadilan serta meningkatkan kemampuan masing-masing Negara. (es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BKSAP – AIPA Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan di ASEAN
30-07-2020 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera mengikuti meeting virtual yang diselenggarakan oleh ASEAN...
Dyah Roro Bicara Tiga Faktor Fundamental dalam Demokrasi Lingkungan
30-07-2020 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti mengatakan Demokrasi Lingkungan didasarkan pada gagasan bahwa pembuatan keputusan yang...
GKSB DPR Indonesia - Turki Dukung Penyelesaian IT- CEPA
16-07-2020 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia – Turki Muhammad Farhan mendukung penyelesaian perundingan perdagangan bebas Indonesia – Turki (IT...
Parlemen Indonesia – Peru Pererat Kerja Sama di Berbagai Bidang
15-07-2020 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI melakukan virtual meeting dengan Parlemen Peru dan Duta Besar Peru. Anggota BKSAP DPR RI...