DPR Butuh Kritik Membangun

10-09-2019 / PIMPINAN

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menutup acara Stand Up Comedy "Kritik DPR" Foto. Jaka/mr

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan saat ini DPR RI sudah menjadi parlemen terbuka. Siapa pun bisa menyampaikan kritik kepada para wakil rakyat tanpa merasa takut, sebaliknya DPR RI juga membutuhkan kritik membangun untuk peningkatkan kinerja dewan. Hal ini membuktikan kesungguhan DPR RI sebagai rumah rakyat sesungguhnya dan lembaga yang terbuka terhadap rakyatnya untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

 

“Kami di DPR tidak anti kritik atau menutup diri. Kritik membangun yang kita butuhkan, karena itu silahkan kritik dan kami akan kasih hadiah,” papar Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI itu saat membuka final lomba Stand Up Comedy ‘Kritik DPR’ di selasar Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Turut hadir Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, serta Ketua BURT DPR RI Anthon Sihombing.

 

Lomba Stand Up Comedy ini masih merupakan rangkaian HUT ke-74 DPR RI.  Melalui Stand Up Comedy, DPR RI ingin mengajak masyarakat melek politik dan menyampaikan kritiknya dengan gaya zaman now. “Kami menyadari bahwa segala tindak lanjut kami di DPR pasti akan mengundang perhatian publik dan jadi penilaian masyarakat. Karena itu, jika DPR-nya baik maka kita semua akan menikmati semua hasilnya,” imbuh politisi F-Golkar itu.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Stand Up Comedy "Kritik DPR" Effendi Gazali mengatakan, DPR RI adalah satu-satunya parlemen di dunia yang mengadakan lomba kritik dalam bentuk stand up comedy dan dilaksanakan di rumahnya sendiri.

 

Sembari mengutip literatur dari The Death of Critic, penggagas Republik Mimpi ini menyampaikan kekuasaan akan mati,  namun kritik akan tetap hidup. "Kritik akan tetap selalu hidup, maka dari itu kritik dibutuhkan dalam suatu lembaga agar lembaga tersebuy dapat maju karena kritik, saran dan usulan," ungkap Effendi.

 

Stand up comedy ini diikuti 85 peserta, mulai dari komika professional hingga masyarakat umum dengan menghadirkan juri professional, antara lain Effendi Gazali, Iwel Sastra, Mo Sidik dan Abdel Achrian. Babak penyisihan dilaksanakan sejak 5 September 2019, dan menyisahkan 13 peserta di babak final. Saat babak final, seluruh komika menampilkan performa terbaiknya di hadapan Pimpinan dan Anggota Dewan.

 

Dari seluruh penampilan komika, juri mendapatkan tiga pemenang. Juara I diraih oleh Yudha Ilham, berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 25 juta. Diikuti  M. Aljapri sebagai Juara II dengan hadiah uang tunai sebesar Rp 15 juta dan Juara III dimenangkan oleh Oby dengan hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta. Sementara untuk juara favorit dengan hadiah 1 unit sepeda motor dimenangkan oleh komika bertubuh mungil asal Palu, Ical Kate yang dipilih langsung oleh Ketua DPR RI. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Bela Negara Dapat Ditempuh dengan Beragam Cara
13-09-2019 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa bela negara dapat ditempuh melalui cara yang beragam dan terbagi ke dalam cara...
DPR Raih Predikat WTP 2014-2018
12-09-2019 / PIMPINAN
DPR RI sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI selama 5 tahun berturut-turut, atas...
Fahri Hamzah Luncurkan Buku ‘Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia’
12-09-2019 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali meluncurkan buku terbarunya dengan judul ‘Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia’. Buku tersebut berisi...
UU Otsus Papua Perlu Direvisi
11-09-2019 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Fadli Zon menyampaikan, Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang...