Rapat Terakhir, Komisi V Sahkan Anggaran Seluruh Mitra Kerja

19-09-2019 / KOMISI V

Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis. Foto : Riyan/mr

 

Komisi V DPR RI menyetujui RKA-K/L Tahun Anggaran 2020 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Perencanaan dan Pertolongan (Basarnas), dan Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BP-BPWS) dalam Rapat Kerja terakhir Komisi V DPR RI periode 2014-2019.

 

“Pertama, pagu alokasi anggaran Kementerian PUPR menjadi sebesar Rp 120,2 triliun, Kemenhub sebesar Rp 43,1 triliun, Kemendes PTT sebesar Rp 3,4 triliun, kemudian BMKG sebesar Rp 3 triliun, Basarnas sebesar Rp 2,2 triliun, dan BP-BPWS sebesar Rp 215, 9 miliar sebagai pagu tetap,” kata Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis saat membacakan simpulan rapat dan diikuti dengan pernyataan “Setuju” dari seluruh anggota yang hadir di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

 

Sejumlah catatan turut disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI yang turut hadir. Wakil Ketua Komisi V DPR RI  Ibnu Munzir (F-Golkar) mengatakan bahwa meski anggaran sudah ditetapkan, jangan sampai mengesampingkan catatan-catatan yang sudah dibahas. “Apa yang sudah kita sampaikan jangan hanya sekedar dummy atau variabel pelengkap yang tidak berguna. Perlu diingat bahwa apa yang kita suarakan adalah aspirasi yang kami terima dari rakyat,” ungkapnya.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Gatot Sudjito (F-Golkar) turut memberikan aksentuasi tajam berkaitan dengan dilaksanakannya aspirasi anggota dalam pelaksanaan anggaran keseluruhan mitra Komisi V DPR RI tersebut. “Sesuai amanat undang-undang, pasti Anggota menyuarakan (suara) dapilnya. Selama kurang lebih 20 hari tersisa ini masih ada ruang untuk diperjuangkan, misalnya jembatan gantung yang belum selesai atau bis-bis di Kemenhub,” tambahnya.

 

Sebagai kata perpisahan, seluruh Anggota Komisi V DPR RI menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap semua mitra kerja yang telah bekerja sama selama ini. Apresiasi pun datang dari jajaran Menteri dan pimpinan Lembaga, termasuk Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati yang mengatakan bahwa Komisi V DPR RI dinilai sangat berarti dalam mendukung modernisasi BMKG.

 

“Selama sejarah, BMKG belum pernah kami menerima anggaran mencapat Rp 3 triliun, biasanya hanya setengahnya. Jadi, terima kasih sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada Komisi V, juga kepada Banggar. Insya Allah kami akan segera modernisasi sistem peringatan dini, serta perkiraan cuaca, keselamatan penerbangan, agar informasi kami cepat, tepat dan akurat,” ungkap Kepala BMKG.

 

Mengakhiri rapat, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menhub Budi Karya Sumadi unjuk suara menyanyikan sebuah lagu berjudul “Selamat Tinggal” dari Koes Plus, yang memiliki penggalan lirik “Selamat tinggal kekasihku yang tersayang, sampai nanti kita kan berjumpa lagi. Berat nian kini harus ku ucapkan, dihatimu ku kan, tetap ingat selalu,” lirih Budi dan Basuki sambil memainkan gitar, yang ditutup dengan riuh tepuk tangan. (alw/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Nurhayati Dorong Pemdes Terapkan Digitalisasi Monografi Desa
27-07-2020 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) menerapkan Digitalisasi Monografi Desa untuk reformasi sistem. Menurut...
Syarief Abdullah: Kades Sudah Maksimal Membangun Desa
16-07-2020 / KOMISI V
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengapresiasi kinerja Kepala Desa dalam membangun di desa. Syarief menegaskan, dana...
Mulyadi: Kekayaan Negara Harus Dimaksimalkan dengan Manajemen Aset
15-07-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR Mulyadi mendesak sejumlah kementerian agar memiliki lembaga yang mampu memanajemen aset. Hal ini penting dimiliki agar,...
Legislator Desak Menhub Usut Importir Kendaraan Penunggak PNBP
15-07-2020 / KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI Irwan Fecho mendesak Menteri Perhubungan untuk mengusut Agen Pemegang Merk (APM) atau importir kendaraan ihwal...