PLTU Paiton Harus Perhatikan Lingkungan Sekitar

25-09-2019 / KOMISI VII

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir. Foto : Geraldi/mr

 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir menilai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, sangat lalai dan membiarkan lingkungan sekitarnya rusak dan tercemar. Ia menegaskan, PLTU ini jangan hanya menghitung keuntungan yang didapat, namun juga harus ada upaya mencegah dan memperbaiki, agar aktivitas PLTU tidak merusak lingkungan.

 

Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, banyak titik pencemaran yang terjadi dan pembiaran yang dilakukan PLTU  Paiton. “Lingkungan ini paling penting, dan kami melihat (PLTU Paiton) sangat lalai dan membiarkan lingkungan ini rusak dan tercemar,” tegas Nasir usai memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR RI meninjau PLTU Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (22/9/2019).

 

Untuk itu, Nasir memerintahkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memproses semua regulasi lingkungan di PLTU Paiton. “Kami meminta kepada Ditjen Gakkum untuk menindaklanjuti hasil temuan-temuan yang telah kami tinjau, Menurut kami banyak permasalahan yang melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009,” tegasnya.

 

Nasir menyesalkan sejak tahun 2008 tidak ada perbaikan akibat pencemaran lingkungan di sekitar PLTU Paiton. Karenanya, Ditjen Gakkum KLHK harus lebih tegas lagi menindak persoalan-persoalan akibat aktivitas PLTU Paiton. “Apabila terjadi pelanggaran sesuai UU Nomor 32, kami minta berikan sanksi pidana kepada perusahaan tersebut, supaya tidak merusak lingkungan lagi,” pungkas legislator dapil Riau itu.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Ramson Siagan menilai masih terdapat penyimpanan batu bara di tempat terbuka di kawasan PLTU Paiton. Hal ini menurutnya, dapat menimbulkan kadar polusi yang diakibatkan sebaran debu. Untuk itu, ia meminta Ditjen Gakkum KLHK mengukur tingkat polusi, agar tidak sampai ambang batas. Apalagi ada dorongan dari masyarakat global akan kesehatan masyarakat sekitar PLTU.

 

“Ada tekanan dari masyarakat global terkait kesehatan masyarakat sekitar. Karenanya kita harus ikuti tren energi bersih dengan menggunakan teknologi, dimana penyimpanan batu bara bisa ditutup. Sehingga dapat meminimalisir dampak polusi yang ditimbulkan. Sebab, hal tersebut akan berdampak di masa mendatang,” pesan legislator Partai Gerindra itu. (opi/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Jadikan Peringatan Harteknas Momentum Evaluasi Capaian Riset dan Inovasi Nasional
10-08-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto berharap Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang diperingati setiap 10 Agustus dijadikan momentum untuk...
Presiden Jokowi Seharusnya Pimpin Tim Pemulihan Ekonomi
24-07-2020 / KOMISI VII
Penunjukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai Ketua Tim Pemulihan Ekonomi (TPE) oleh Presiden Joko Widodo ditanggapi...
Dukungan Penguatan Kelembagaan BIG untuk Tuntaskan Program KSP
14-07-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menilai dukungan penguatan kelembagaan Badan Informasi Geospasial (BIG) menjadi sangat penting, termasuk di dalamnya...
Komisi VII - Dubes Uni Eropa Bahas ‘Renewable Energy’
13-07-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Piket. Ketua Komisi VII DPR...