Fahri Hamzah Luncurkan Dua Buku Baru

27-09-2019 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Koordinatir bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah. Foto : Geraldi/mr

 

Wakil Ketua DPR RI Koordinatir bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah meluncurkan dua buah buku baru hasil pemikirannya yang berjudul ‘Arahan Baru Pemberantasan Korupsi’ dan ‘Daulat Rakyat’. Launching kedua buku tersebut dilakukan di Ruang Media Center DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

 

“Buku ini adalah salah satu upaya untuk menapakkan jejak dalam sejarah panjang reformasi parlemen di Indonesia. Buku ini ditulis dalam konteks besar konsolidasi demokrasi dan ancaman yang dihadapi serta munculnya kebutuhan global akan reformasi parlemen diberbagai belahan dunia,” tulis Fahri dalam pengantar bukunya yang berjudul Daulat Rakyat.

 

Fahri berharap, buku tersebut dapat menjadi bahan dan bacaan bagi peminat studi kenegaraan dan ketatanegaraan. “Semoga buku ini dapat menjadi bagian dari jejak sejarah memperkuat daulat rakyat dan menjaga demokrasi Indonesia sebagaimana amanah yang paling berharga bagi kita semua,” ucapnya.

 

Dalam tersebut Fahri menjelaskan, hakikat demokrasi adalah keseimbangan, beserta upaya-upaya untuk mewujudkannya. Ketika ada satu institusi demokrasi yang memiliki kekuasaan berlebih, maka perjuangan demokrasi adalah bagaimana menghadirkan institusi lain yang mampu mengimbangi atau mampu mengontrolnya. “Ketika institusi penyeimbang berubah menjadi kuat, maka dibutuhkan mekanisme lain dalam kerangka sistem untuk mengembalikan pada keseimbangan kekuatan,” tandas Fahri.

 

Disebutkan Fahri, reformasi parlemen adalah upaya memperbaiki diri dan memperkuat kelembagaan agar dapat menjalankan wewenangnya secara benar. Kemampuan untuk melakukan pengawasan atas eksekutif adalah salah satu fungsi kunci untuk menjaga kesinambungan demokrasi.

 

“Fakta yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir adalah terpilihnya pucuk pimpinan eksekutif yang berwatak anti demokrasi. Mereka menyusup dalam sistem, kemudian membunuh demokrasi itu sendiri, baik secara perlahan maupun secepat kilat,” ungkap politisi dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

 

Ia menegaskan, reformasi parlemen menjadi semakin bermakna ketika masyarakat menjadi semakin terbuka dan aktif berpartisipasi. Parlemen juga harus memiliki daya tampung aspirasi masyarakat dengan kapasitas yang terus membesar. Parlemen perlu ‘mengundang’ warga negara untuk melakukan pengawasan atas kinerja anggotanya. Kinerja anggota parlemen yang optimal akan membantu warga negara untuk mendapatkan haknya secara wajar dari eksekutif.

 

“Daulat rakyat tercermin dalam sistem perwakilan yang kita anut. Daulat rakyat dihimpun secara institusional dalam kerangka demokrasi. Tingginya posisi daulat rakyat terkadang perlu dihadirkan dalam artefak-artefak budaya politik,” paparnya.

 

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara peluncuran buku tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon, serta Anggota DPR RI Arteria Dahlan. (dep/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Bamus DPR Sepakati Jumlah Anggota AKD 2019-2024
18-10-2019 / PIMPINAN
Pimpinan DPR RI bersama Pimpinan Fraksi DPR RI menggelar rapat pengganti Badan Musyawarah (Bamus) untuk menentukan komposisi jumlah anggota serta...
Pembentukan AKD Disepakati dengan Prinsip Gotong Royong
18-10-2019 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Puan Maharani mengumumkan kesepakatan seluruh fraksi di DPR RI atas pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Untuk mengemban...
Ketua DPR Hadiri Perpisahan Kabinet Kerja Jokowi-JK
18-10-2019 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri perpisahan anggota Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)....
Ketua DPR Pastikan AKD Tetap 11 Komisi
16-10-2019 / PIMPINAN
DPR RI Periode 2019-2014 telah resmi bekerja selama dua pekan terakhir. Namun hingga saat ini, penentuan dan pembentukan Alat Kelengkapan...