Perlu Kehati-hatian Dalam Menyusun Produk Legislasi

09-10-2019 / LAIN-LAIN

Anggota DPR RI Periode 2019-2024 R. Imron Amin. Foto : Sofyan/mr

 

Anggota DPR RI Periode 2019-2024 R. Imron Amin menilai, DPR RI dalam membuat produk legislasi memang diperlukan kehati-hatian, karena masyarakat masa kini dianggapnya semakin cerdas dalam mengikuti alur pembuatan Undang-Undang (UU). Sehingga tragedi imbas dari pengesahan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan rencana pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dapat menjadi pelajaran ke depan dalam menghasilkan produk legislasi yang dapat memuaskan masyarakat.

 

“Pemerintah dan DPR akan menjadikan hal ini sebagai pelajaran untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang baik bagi masyarakat demi terciptanya kondusifitas di Indonesia ini. Sehingga perlu diatur kembali kehati-hatian dan tidak grasak-grusuk dalam menelurkan produk-produk legislasi,” pungkas politisi Partai Gerindra kepada Parlementaria di selasar Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

 

Politisi berlatar belakang pendidikan hukum ini mengaku simpati kepada para demonstran dan aparat yang saling berjibaku satu sama lain karena harus mempertahankan nilai yang menurut mereka benar. Menurutnya di sinilah peran para wakil rakyat diuji yaitu lewat pengkajian ulang UU yang dianggap bermasalah. Untuk itu ia bertekad mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang revisi UU KPK dan pembahasan RKUHP. Ia menilai suara masyarakat merupakan satu elemen penting untuk menilai sebuah nilai benar atau salah.

 

“Mereka (demonstran) sampai harus melawan gas air mata satu sama lain. Kita lihat nanti, kita ikuti dulu kelanjutannya karena kalau UU KPK kan sudah ada di Presiden, sedangkan RKUHP pada akhirnya telah ditunda. Itu yang nanti kita akan coba fokuskan dan kita kaji lagi. Kita libatkan orang-orang yang merasa ini perlu ditunda. Dari hal itu masyarakat nanti bisa melihat bahwa para wakil rakyat ini bersungguh-sungguh untuk menghasilkan produk legislasi yang baik untuk rakyat,” ujar legislator dapil Jawa Timur XI itu. (er/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Defisit Tenaga Kesehatan PR Serius Menteri Kesehatan Baru
18-10-2019 / LAIN-LAIN
Defisitnya ribuan tenaga medis secara nasional menjadi perhatian Anggota DPR RI Adang Sudrajat. Menurutnya, saat ini telah terjadi defisit tenaga...
F-PPP Tak Ambil Kursi Ketua AKD
18-10-2019 / LAIN-LAIN
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR RI tak mengambil jatah kursi ketua Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPR RI. Sedianya F-PPP...
Pengamanan Kompleks Parlemen Jelang Pelantikan Presiden Masih Wajar
18-10-2019 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI, Athari Gauthi Ardi menilai pengamanan di seputar gedung DPR/MPR yang diperketat pada beberapa hari menjelang pelantikan Presiden...
Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB, DPR Apresiasi Pemerintah
18-10-2019 / LAIN-LAIN
Indonesia untuk kelima kalinya berhasil meraih suara terbanyak untuk menjadi Anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode...