Kabut Asap Renggut Hak Pendidikan Generasi Muda

16-10-2019 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri.Foto: Jaka/jk

 

 

Fenomena kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini. Beberapa titik sebaran yang terpapar kabut asap diantaranya Palembang di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Kabupaten Lebong di Bengkulu, Banjarmasin dan Palangkaraya yang berada di Pulau Kalimantan, dan sejumlah titik di wilayah Indonesia.

 

Peristiwa kabut asap yang meresahkan masyarakat itu menuai sorotan dari Anggota DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri. Dyah Roro mengungkapkan, kabut asap akibat Karhutla itu tidak hanya merenggut hak masyarakat untuk mendapatkan udara yang layak. Namun juga merebut hak asasi warga untuk menjalankan pendidikan di sekolah karena situasi tersebut.

 

“Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ini tentunya juga merugikan warga dari sektor pendidikan. Tadinya, anak-anak muda yang memiliki hak asasi untuk menjalankan pendidikan, akhirnya tidak bisa bersekolah karena situasi yang membuat mereka harus bertahan di rumah. Jadi, akses kepada pendidikan terhambat, “ ujar Dyah Roro saat diwawancarai Parlementeria, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

 

Legislator Fraksi Partai Golkar ini menyampaikan, ia tak hentinya menyerukan pesan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda untuk lebih meningkatkan sensitivitas dan tingkat kepedulian untuk menjaga lingkungan. Dyah Roro berharap baik Pemerintah, warga, pemilik lahan maupun seluruh pihak dapat saling bersinergi untuk serius memperhatikan kesehatan lingkungan sekitar.

 

“Beberapa hari kemarin, saya juga baru menjadi pembicara di Pacific Energy Summit yang diadakan oleh Asian Development Bank (ADB) di Tokyo, Jepang. Saya di situ juga menyampaikan, kita harus peduli dengan anak cucu kita ke depannya sebagai generasi penerus bangsa Indonesia dan juga dunia. Maka, kita harus benar-benar serius dalam menanggapi isu lingkungan seperti ini,” tandas salah satu inisiator Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia ini.

 

Dyah Roro berharap, ke depannya DPR RI terus mengaitkan isu lingkungan dengan permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia seperti segi ekonomi maupun segi energi. Tak hanya itu, ia memberikan gagasan untuk mengedepankan dengan apa yang disebut dengan sustainability, yaitu paduan antara perspektif ekonomi, social justice, dan social prosperity. “Jadi, ketiga faktor itu harus kita dorong agar ada keberlanjutan di negara Indonesia ini,” pungkas Dyah Roro. (pun/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
'Stand Up Comedy’ Sarana Tepat Tunjukkan Keterbukaan DPR
23-09-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi DPR RI Muhammad Farhan mengapresiasi penyelenggaraan Workshop Penulisan NaskahStand Up Comedy oleh Perpustakaan Sekretariat Jenderal DPR RI. Farhan...
PIA DPR Gelar Baksos Lawan Covid-19 di Kompleks Parlemen
15-09-2020 / LAIN-LAIN
Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) DPR RI kembali menggelar bakti sosial (baksos) dalam rangka memperingati HUT ke-75 DPR RI yang jatuh...
Hakim Konstitusi Harus Negarawan
08-09-2020 / LAIN-LAIN
Jabatan hakim konstitusi merupakan salah satu jabatan yang persyaratannya diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945. Salah satu syarat yang...
DPR Hadiri Sidang Gugatan UU Perasuransian di MK
08-09-2020 / LAIN-LAIN
Tim Kuasa DPR RI diwakili Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan keterangan dalam Sidang Pleno Perkara Nomor 531.32/PAN.MK/8/2020...