DPR MINTA PERTAMINA PENUHI SOLAR NELAYAN

04-04-2011 / KOMISI VII

Terbatasnya jumlah SPDN maupun SPBN (Stasiun Pengisian BBM untuk Nelayan) yang dirasakan masih kurang oleh nelayan, terutama pada pulau-pulau kecil dan lokasi yang terpencil, mengundang Komisi VII DPR untuk melakukan Kunjungan Spesifik Sutan Sukarnotomo (F-PD) ke Provinsi Jawa Barat, Jum’at, (1/4).

Kunjungan Spesifik ini dilakukan karena Jawa Barat, khususnya Indramayu dan Cirebon  dinilai terdapat cukup banyak jumlah nelayannya , tetapi kebutuhan BBM solarnya masih belum terpenuhi, dan di daerah ini pun telah dilakukan percobaan pembukaan SPBN maupun SPDN.

Anggota Komisi VII DPR, Daryatmo Mardiyanto menjelaskan, tujuan dari Kunjungan Spesifik kali ini adalah untuk melihat langsung kesiapan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak Solar masyarakat nelayan yang dinilai masih kurang mencukupi dan melihat seberapa jauh manfaat dari pembukaan SPBN maupun SPDN di daerah.

Menurut Ketua KUD Mina Bumi Bahari, Dasuki yang mengelola SPBN di Cirebon, SPBN yang ada sekarang ini, memang kurang memenuhi, “Dari alokasi yang ada, akan kurang, ketika semua nelayan akan melaut, yang terjadi sekarang ini kurang lebih baru 40%, kita melaut secara bergantian. Sehingga sekarang ini, banyak juga nelayan yang membeli diluar SPBN ini,”jelasnya.

Dia menambahkan, selain itu yang sebenarnya menjadi kendala selain pasokan  yang terbatas, akses jalan pun sangat menentukan. “Akses jalan yang ada sekarang ini sangat sempit, sehingga susah untuk dilalui oleh truk tanki 16.000L, sehingga harus meminjam kendaraan angkutan yang lebih kecil,untuk dapat mengangkut BBM tersebut, sehingga harus kami bagi dua,”tambahnya.

Wakil Ketua Asosiasi Pengelola & Pengusaha Bahan Bakar Minyak Perikanan Indonesia (AP2BPE), Agusman berpendapat sama, baginya yang terpenting selain penambahan kuota BBM adalah akses jalan yang diperbesar ataupun penyediaan kendaraan kecil untuk pengiriman sampai ke SPBN, “Sehingga BBM cepat sampai, dan kebutuhan masyarakat cepat terpenuhi,”tegasnya.

Setelah melihat kondisi dilapangan, Azwir Dainy Tara, mendesak Pertamina agar menambahkan kuota bahan bakar solar dan segera dibangun infrastruktur yang memadai untuk memudahkan nelayan mendapatkan BBM Solar dan dia pun menyarankan agar para pengelola SPBN yaitu anggota KUD, untuk meminjam modal ke Bank ataupun BPR demi kelancaran bersama.

“Sekarang ini sudah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebaiknya itu dapat dimanfaatkan, jika memang Bapak-bapak sekalian kurang mengeerti nanti dapat saya bimbing,”tegas Azwir yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI). (ra)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Dominasi Asing di Industri Nikel Dalam Negeri Disayangkan
30-11-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyayangkan dominasi asing di industri nikel dalam negeri. Politisi Fraksi Partai Keadilan (PKS) itu...
Komisi VII Dorong ESDM Tingkatkan Litbang Jirap Sektor Migas
30-11-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI mendorong Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balitbang dan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...
Pemerintah Harus Dukung Penuh Peran RU VI Balongan
30-11-2020 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin menilai Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat memiliki...
Eddy Suparno Usulkan Gedung BUMN Gunakan Panel Surya
29-11-2020 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno berharap industri-industri dalam negeri, terutama BUMN bisa menggunakan panel surya di gedung-gedung...