Komisi IX Apresiasi Berbagai Program Mitra Kerja

04-11-2019 / KOMISI IX

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh. Foto : Jaka/mr

 

Mitra kerja Komisi IX DPR RI bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Nasional memaparkan program kerja selama lima tahun ke depan sesuai visi dan misi Presiden Joko Widodo. Paparan visi dan misi Presiden yang dituangkan dalam program dan kegiatan Menteri Ketenagakerjaan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh.

 

Ninik, sapaan akrab Nihayatul itu mengatakan, program mitra kerja Komisi IX DPR RI sudah sejalan dengan visi Presiden dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. “Kami melihat apa yang disampaikan sudah sejalan dengan visi dan misi presiden. Misalnya yang disampaikan Menaker terkait pengurangan tingkat penganguran terbuka (TPT) yang saat ini masih mencapai 5,0 persen  akan ditargetkan turun hingga 4,0 persen tahun 2024,” ungkapnya Ninik.

 

Dalam rapat yang digelar di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019) itu, juga dibahas terkait revitalisasi dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Hal ini juga diakui Ninik sejalan dengan visi dalam pembangunan SDM. “Disampaikan terkait pembangunan BLK hingga tahun 2000, kita harap revitalisasi dan pembangunan BLK ini dapat meningkatkan skill SDM yang berkualitas dan berdaya saing, diikuti dari tingkat kreativitas dan inovasi,” jelasnya.

 

Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini menyadari peningkatan SDM bukan persoalan yang mudah. Untuk itu, Komisi IX DPR RI akan bergandengan tangan dengan seluruh mitra kerjanya dalam mewujudkan SDM yang unggul melalui pengawasan, legislasi dan anggaran. 

 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyampaikan visi Presiden Jokowi adalah terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. dengan misi; peningkatan kualitas manusia Indonesia, struktur ekonomi yang produktif, dan berdaya saing, perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.

 

“Sasaran makro pembangunan tahun 2020-2024 ialah menurunkan tingkat penganguran terbuka (TPT) hingga 4,0 persen pada tahun 2024, dan menurunkan tingkat kemiskinan hingga 6,5 persen,” ungkap Ida.

 

Lebih lanjut Ida mengatakan, untuk mewujudkan angkatan kerja yang berkualitas dan produktif, pihaknya akan melakukan peningkatan partisipasi kelompok rentan dalam pasar kerja, pengembangan skema dan pemantapan perlindungan sosial bagi tenaga kerja dan peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan dan pelatihan vokasi. 

 

“Meningkatkan tenaga kerja yang berdaya saing dan iklim hubungan industrial yang kondusif dalam menghadapi pasar kerja fleksibel melalui beberapa program; diantaranya peningkatan kompentensi tenaga kerja dan produktivitas, pengembangan hubungan industrial dan peningkatan jaminan sosial, penempatan dan pemberdayaan tenaga kerja, perlindungan tenaga kerja dan pengembangan sistem pengawasan ketenagakerjaan,” papar Ida. (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Vaksin Covid-19 dari China Harus Aman dan Transparan
03-08-2020 / KOMISI IX
Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Sinovac asal China akan diujikan mulai Agustus pada 1.620 relawan. Bedasarkan laporan Kepala...
Pekerja Kantoran Mestinya Lebih Paham Protokol Kesehatan
29-07-2020 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, tren perkantoran sebagaiklaster baru penyebaran virus Corona (Covid-19) adalah sebuah ironi, mengingat...
Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemerintah Diminta Serius Tanggulangi Pandemi
28-07-2020 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Anas Thahir mengatakan dalam beberapa minggu terakhir, penambahan jumlah warga positif Covid-19 sangat besar. Dalam...
Rahmad Handoyo Dorong Riset Farmasi Berbasis Kearifan Lokal
27-07-2020 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, Indonesia tidak boleh terlena terhadap dominasi obat-obat impor. Ia mendorong riset farmasi...