Komisi XI Dorong LPS Siapkan Strategi Hadapi Krisis Ekonomi

06-11-2019 / KOMISI XI

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun. Foto : Arief/mr

 

Komisi XI DPR RI mendesak Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan strategi dalam menghadapi krisis ekonomi di tengah kondisi perekonomian dunia yang lesu. LPS juga seharusnya memberikan ide yang bagus mengenai cara mengelola pinjaman. Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun menganggap perlu adanya revisi pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS.

 

Menurut politisi Fraksi Partai Golkar ini, relevansi aturan mengenai LPS tersebut sudah tidak sesuai dengan UU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK) yang mengatur sistem penanggulangan dan penanganan krisis sektor keuangan, dimana ujungnya terletak pada LPS.

 

“Rencana kerja ke depannya LPS harus segera merevisi undang-undangnya dan sektor apa saja yang mereka inginkan, itu yang paling utama. Karena ketidakpastian global yang makin lama makin tidak bisa terdeteksi harus bisa diantisipasi sejak awal,” pungkas Misbakhun di sela-sela RDP dengan jajaran Dewan Komisioner LPS di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

 

Dalam paparan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, disampaikan bahwa rata-rata rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan per September 2019 berada di kisaran 23,28 persen dengan rentang permodalan per kelompok Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) berada pada 22,07-25,37 persen.

 

Risiko kredit industri perbankan terpantau terkendali dengan rata-rata gross Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sebesar 2,66 persen, relatif sama dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian, Credit at Risk atau NPL ditambah kredit restrukturisasi industri perbankan cenderung meningkat 9,2 persen pada Desember 2018 menjadi 10,5 persen pada September 2019.

 

Selain itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) atau rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber cenderung stabil dari 93,39 persen pada September 2018, menjadi 93,76 persen pada September 2019. (alw/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Hergun: Indonesia Dibayangi Resesi Ekonomi
05-08-2020 / KOMISI XI
Menyusul pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), minus 5,32 persen (year-on-year/yoy), Anggota Komisi XI DPR...
Bank Himbara Harus Cepat Salurkan Dana Pinjaman bagi UMKM
29-07-2020 / KOMISI XI
Pemerintah telah menyetujui penempatan uang negara ke bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 30 triliun. Nantinya, penempatan...
Tim Pemulihan Ekonomi Nasional Covid-19 Dinilai Belum Urgen
23-07-2020 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati angkat bicara menanggapi dibentuknya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang...
Dorong Industri Sawit Berkelanjutan Melalui Peningkatan Pengelolaan Dana Perkebunan
23-07-2020 / KOMISI XI
Pemerintah terus mendorong pengembangan industri kelapa sawit yang semakin ramah lingkungan seiring dengan komitmen untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Hal...