Legislator Dorong Peneliti DPR Hasilkan Karya Terbitan

12-11-2019 / KOMISI X

Para narasumber dalam Seminar Perpustakaan yang digelar Bidang Perpustakaan Setjen dan BK DPR RI. Foto: Arief/sf

 

 

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mendorong para peneliti di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DR RI untuk menghasilkan karya terbitan. Menurutnya, jumlah peneliti di DPR RI yang semakin banyak dapat menghasilkan dua terbitan setiap hari. Belum lagi setiap Anggota Dewan yang didampingi beberapa Tenaga Ahli (TA), sehingga tidaklah sulit untuk bisa mencapai dua terbitan setiap harinya.

 

“Menurut kami, bukan hal yang susah untuk mencapai terbitan setiap harinya, dua terbitan menjadi target. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung juga, bagian publikasi terhadap lembaga DPR ini tidak hanya media, tapi juga melalui terbitan-terbitan jurnal-jurnal yang dihasilkan oleh lembaga DPR,” paparnya usai menjadi pembicara pada Seminar Perpustakaan DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

 

Dalam seminar yang mengangkat tema “Akses Lengkap Karya Bangsa dan Penyerahan Terbitan DPR RI kepada Perpustakaan RI” itu, Ferdi, sapaan akrab Ferdiansyah menilai terbitan itu juga dapat ditunjang dari masing-masing Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Karena dari setiap pembahasan RUU yang ada di Komisi maupun Badan, hal itu bisa dijadikan suatu ulasan bagi para peneliti di masing-masing AKD, dengan menjadikan Anggota DPR RI sebagai referensinya dalam pembahasan RUU tersebut.

 

“Ini menjadi hal yang menarik kalau untuk dilakukan. Katakanlah untuk satu periode itu, kita ambil rata-rata bisa menghasilkan undang-undang yang berkualitas dan memang dibutuhkan masyarakat itu ada 30, berarti harusnya kalau itu dibagi per tema pun bisa menjadi beberapa ratus tulisan. Ini juga yang kami minta kepada Kesetjenan dan Badan Keahlian DPR untuk juga meningkatkan produktivitas dalam hal penulisan-penulisan yang tujuannya juga untuk meningkatkan kualitas lembaga DPR ini,” saran Ferdi.

 

Politisi Partai Golkar itu juga mengapresiasi adanya Seminar yang digelar Perpustakaan Setjen dan BK DPR RI ini. Ia meminta Kesetjenan dan BK DPR RI untuk dapat menginventarisir masalah-masalah yang ada di lingkungan Kesetjenan, yang berkaitan dengan serah simpan karya cetak yang ada di DPR RI. Mengingat hal itu akan menjadi penting dan bermanfaat nantinya bagi generasi mendatang yang akan mengunjungi DPR RI. Termasuk saat ini banyak masyarakat, mahasiswa dan pelajar yang berkunjung ke DPR RI

 

“Kami menginginkan suatu saat bahwa kunjungan dari para mahasiswa, kunjungan dari komponen masyarakat ke DPR RI itu sebenarnya animonya cukup besar. Kenapa tidak ini dijadikan bagian yang perlu dikemas dan ditata oleh Kesetjenan DPR menjadi wisata politik,” kata Ferdi sembari menambahkan adanya kunjungan seluruh elemen masyarakat ke DPR RI dapat dijadikan sarana informasi yang baik dalam memberikan edukasi politik.

 

Hal ini menjadi kesimpulan besar dan perhatian bersama bagi lembaga ini, karena DPR RI adalah bagian dari objek vital atau lembaga negara yang akan selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. Terkait dengan serah simpan karya cetak yang ada di DPR RI, Ferdi menyoroti daya dukung bagi pustakawan yang cenderung masih relatif sedikit, dimana koleksi buku baik dari segi judul dan jumlah seluruhnya masih juga sedikit.

 

“Jadi, harapan kami ini juga bisa untuk dipicu bagi yang akan datang. Bahkan secara tegas kami menyarankan supaya terkait dengan ISBN (International Standard Book Number) yaitu untuk penerbit, kenapa tidak DPR berani melakukan target bahwa dari jatah ISBN yang tiap hari 500 itu adalah dua, atau ada dengan menekan kuota DPR,” tukas legislator dapil Jawa Barat XI itu. (ndy/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi X Akan Panggil Mendikbud Terkait Dana Kuota
04-08-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf memastikan pihaknya akan segera memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim...
Kemendikbud Harus Subsidi PJJ
03-08-2020 / KOMISI X
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyarankan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar mengalokasikan anggaran POP (Program...
Mendikbud Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Kampus Merdeka
30-07-2020 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menilai Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang Kampus Merdeka, khususnya tentang dibolehkannnya...
Pelaksanaan PJJ Belum Berhasil
30-07-2020 / KOMISI X
Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bagian dari Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai belum berhasil. Hasil survei Kemendikbud...