Akses Masyarakat Atas Perpustakaan Masih Rendah

19-11-2019 / KOMISI X

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto : Jaka/hr

 

Minat baca dan literasi masyarakat Indonesia belum beranjak naik. Ini sangat memprihatinkan. Literasi yang rendah tersebut ternyata dipicu pula oleh akses masyarakat terhadap perpustakaan yang rendah. Ini jadi pekerjaan rumah bersama antara pemerintah dan parlemen agar masyarakat diberi kemudahan mengakses perpustakaan, sehingga angka literasinya meningkat.

 

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengungkapkan hal ini saat membuka rapat dengar pendapat dengan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019). Di berbagai daerah, perpustakaan sangat memprihatinkan dan belum menjadi tempat favorit untuk dikunjungi masyarakat. Dan kalau pun ada perpustakaan, koleksi bukunya sangat kurang, sehingga menurunkan minat masyarakat untuk berkunjung.

 

“Masalah Perpusnas sampai hari ini masih jadi PR besar kita yang harus dituntaskan,” ucapnya. Persentase masyarakat yang mengakses perpustakaan baru 41 persen dari total penduduk Indonesia. Ini memperlihatkan tingkat minat baca dan literasi penduduk Indonesia yang sangat rendah. Soal budaya baca, misalnya, pada 2017 Perpusnas merilis data bahwa nilai rata-rata budaya baca masyarakat Indonesia berada di 36,48 persen. Masuk kategori rendah.

 

Tingkat literasi juga rendah. Kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei pada 2016 oleh Central Connected State University. Minimnya jumlah pustakawan jadi masalah krusial lainnya. Jumlahnya di seluruh Indonesia 151.183 orang. “Dengan posisi ini ratio pustakawan dengan perpustakaan 1:200. Jadi, satu pustakawan mengurus 200 perpustakaan. Itu jadi bagian PR kita semua,” papar politisi PKB ini. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Daerah Diminta Kembangkan Konsep ‘Sport Tourism’
13-08-2020 / KOMISI X
AnggotaKomisi X DPR RI A.S Sukawijaya meminta daerah-daerah yang nantinya ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 untuk...
Belum Ada Kebijakan Komprehensif Pemulihan Pariwisata
08-08-2020 / KOMISI X
Terpuruknya sektor pariwisata akibat wabah virus Corona (Covid-19) , belum bisa cepat pulih karena pemerintah sendiri belum memiliki kebijakan komprehensif....
Kesehatan dan Keselamatan Harus Diprioritaskan pada Perluasan Pembelajaran Tatap Muka
07-08-2020 / KOMISI X
Pemerintah mengumumkan kebijakan penyesuaian pembelajaran di masa pandemi Covid-19 melalui kanal Youtube Kemendikbud, RI pada Jumat (7/8/2020). Dalam kanal Youtube...
Optimalisasi PJJ, Anggaran POP Bisa Dialihkan Pengadaan Jaringan Internet
06-08-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengusulkan anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) dialihkan untuk menambah hotspot jaringan...