Penyusunan Prolegnas 2020-2024 Mengacu Hasil Evalusi Periode Sebelumnya

05-12-2019 / BADAN LEGISLASI

Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas. Foto : Naefuroji/mr

 

Rapat Kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) membahas program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020-2024 dan Prolegnas Prioritas 2020. Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas menjelaskan penyusunan Prolegnas 2020-2024 akan mengacu pada hasil evalusi prolegnas priode lalu.

 

"Dalam penyusunan Prolegnas 2020-2024, kita juga harus perhatikan hasil evaluasi Prolegnas periode sebelumnya 2015-2019, di mana targetnya 189 UU. Namun demikian, yang dapat diselesaikan 90 RUU," paparnya di Ruang Rapat Baleg, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

 

Supratman mengatakan tidak tercapainya target Prolegnas itu tidak boleh terulang di periode 2020-2024. Karena itulah, dia menargetkan RUU yang dibahas di periode ini akan lebih realistis. "Tentunya tidak boleh terulang kembali pada 2020-2024 menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, DPR RI, dan DPD RI dalam penyusunan Prolegnas. Target ditetapkan tidak terlalu banyak," ungkapnya.

 

Menurut Supratman, Baleg DPR RI telah menentukan target pengesahan RUU menjadi UU dalam lima tahun ke depan. Dia menjabarkan, setiap komisi ditargetkan mengesahkan dua RUU, Baleg DPR dua RUU, dan Panitia Khusus ada 3 RUU menjadi UU. "Dari gambaran tersebut dapat dikatakan dalam 5 tahun dapat diselesaikan sebanyak 135 RUU, Maka target RUU kita paling banyak 150 RUU. Ini sudah tidak sebanyak periode lalu," kata Supratman.

 

Baleg DPR RI telah menerima 451 usulan rancangan undang-undang (RUU). Ia mengatakan, 451 usulan RUU itu berasal dari sebelas komisi di DPR, kelompok masyarakat, dan fraksi-fraksi di DPR. Dari sekian banyak usulan tersebut akan dicari kesamaan prinsip sehingga tidak ada RUU yang tumpang tindih.

 

Supratman, mengatakan, dalam penyusunan Prolegnas 2020, ada beberapa hal dipertimbangkan yaitu RUU yang pada periode sebelumnya sudah masuk tahap pembicaraan tingkat satu terutama carry over periode sebelumnya. Kedua, menurut dia, RUU yang sudah siap naskah akademik dan drafnya, dan ketiga, RUU yang masuk kriteria dan memenuhi urgensi masuk Prolegnas 2020. (eko/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
RUU Dibahas DPR Bersama Pemerintah
20-02-2020 / BADAN LEGISLASI
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ibnu Multazam menjelaskan, dalam pembahasan suatu Rancangan Undang-Undang, DPR tidak sendiri tapi bersama-sama...
Ketua Baleg Apresiasi Lomba Orasi Bintang Orator
20-02-2020 / BADAN LEGISLASI
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Atgas mengapresiasi Biro Pemberitaan Parlemen atas terselenggaranyaLomba Orasi Bintang Orator (LOBO) yang...
DPR Komitmen Selesaikan RUU Provinsi Bali
19-02-2020 / BADAN LEGISLASI
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemerintah Provinsi Bali dimasukkan ke dalam RUU kumulatif terbuka. Hal ini dimaksudkan agar dalam keadaan tertentu,...
Perlu Partisipasi Masyarakat Untuk Hasilkan UU Aspiratif
17-02-2020 / BADAN LEGISLASI
Pasca ditetapkan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2020-2024, yaitu 248 RUU dan 50 RUU Prioritas Tahun 2020, Badan Legislasi (Baleg)...