Legislator Minta PT ASDP Fokus Pembangunan Untuk Ekonomi Masyarakat NTT

09-12-2019 / KOMISI IV

Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. Foto : Erman/mr

 

Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hadir untuk negeri, bukan merugi atau justru malah mempersulit rakyat. Hal tersebut ia utarakan dalam Kunjungan Spesifik Komisi VI DPR RI ke Manggarai Barat, NTT meninjau proses pembangunan Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo.

 

“Pembangunan kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo merupakan rencana stratagis pemerintah pusat dengan nilai proyek Rp 400 miliar yang dilaksanakan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk melalui PT Indonesia Ferry Properti,” kata Ibas, sapaan akrabnya, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (6/12/2019).

 

Ibas menyampaikan ada empat poin penting yang harus diperhatikan oleh BUMN dalam proses pembangunan yaitu Cost, Benefit, Development dan Sustainability.  “Pertama yaitu Cost, Cost tidak hanya berkaitan dengan spend, melainkan BUMN harus bisa mendapatkan keuntungan,” terangnya.

 

Kedua, lanjut Ibas, Benefit, terutama untuk masyarakat sekitar. Angka 80 persen tenaga kerja yang diproyeksikan berasal dari masyarakat lokal harus benar-benar dipastikan datang dari mana dan bekerja pada bidang apa. Maka dari itu perlu pelatihan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja agar mereka terus ter-upgrade baik dalam konteks pengetahuan dan skill.

 

Ketiga, Development, Ibas memaparkan bahwa kawasan ini harus dibangun terintegrasi dengan baik, tidak hanya mengandalkan Marina saja. Harus bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat. Kalau perlu duduk bersama dengan pemerintah kabupaten dan pengusaha mikro, makro untuk membangun pola kerjasama yang baik.

 

“Keempat, Sustainability, tugas dari manajemen hotel adalah terus membangun mitra seluas-luasnya, bekerjasama dengan kementerian pariwisata dalam hal promosi, dan juga travel agent lainya. Dan yang harus diperhatikan kepada semua pihak manajemen hotel,” tandas politisi Fraksi Partai Demokrat itu.

 

Ia juga meminta agar manajemen PT. ASDP memastikan produk lokal dapat terakomodir, kalau perlu diselenggarakan festival tenun supaya menjadi daya Tarik dan memberitakan juga added value selain hanya berlibur. Seni tari masyarakat disini juga bisa dikembangkan, Tari Caci khas Manggarai yang tidak ada di Negara lain juga dapat menjadi daya Tarik turis mancanegara. (es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
RUU Ciptaker Harus Kuatkan Perlindungan Lingkungan
08-08-2020 / KOMISI IV
Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) yang kini sedang dibahas Badan Legislasi (Baleg) DPR RI perlu menguatkan aspek perlindungan lingkungan...
RUU Cipta Kerja Urgen Muat Ketentuan Minimum Kebun Rakyat
04-08-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Hamid Noor Yasin. Foto : Dok/Man Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014 tentang Perkebunan mulai disentuh...
Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Serapan Garam Rakyat
04-08-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah untuk turun tangan memberikan perhatian pada petani garam yang mulai...
GGPC Bisa Jadi ‘Role Model’ Pengembangan Tanaman Hortikultura
22-07-2020 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema menilai perusahaan hortikultura PT. Great Giant Pineapple Company (GGPC), Lampung, bisa menjadi...