Pesparani, Ajang Merajut Semangat Kebhinekaan

11-12-2019 / KOMISI VIII

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Foto : Andri/mr

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan dukungan terhadap rencana penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) yang diadakan secara nasional pada Tahun 2020 mendatang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya aktivitas seni budaya, tetapi momentum untuk merajut kebhinekaan dan semangat toleransi.

 

“Pelaksanaan Pesparani tidak hanya menanam nilai keagamaan lewat pujian-pujian kepada Yang Maha Esa, tetapi juga merajut kebangsaan kita dari timur sampai ke barat karena yang hadir dari seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Pimpinan Komisi yang membidangi agama ini usai Rapat Dengar Pendapat dengan Wakil Gubernur NTT Yoseph Nae Soi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

 

Rapat tersebut membahas rencana serta dukungan anggaran penyelenggaran Pesparani Tahun 2020 yang akan diselenggarakan pada Oktober 2020 mendatang. Turut hadir dalam rapat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI dan Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN).

 

Terkait dukungan anggaran, Marwan mernyampaikan dukungan penuh dari Komisi VIII DPR RI. Namun ia juga meminta Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI agar mengupayakan kebutuhan anggaran Pesparani 2020 yang diproyeksikan sebesar Rp 70 miliar.

 

“Karena anggaran (APBN 2019) itu tidak bisa lagi diotak-atik, maka kita menyarankan panitia supaya melakukan pergeseran anggaran atau alokasi anggaran dari BA-BUN pada APBN Tahun 2020, maupun usulan perubahan anggaran dalam APBN-P 2020 nanti,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

 

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Yoseph Nae Soi sebagai perwakilan tuan rumah Pesparani tahun 2020 menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan respon hangat dari Komisi VIII DPR RI. Ia mengatakan, pesta paduan suara yang baru kedua kalinya akan digelar secara nasional ini merupakan bentuk nyata dari semangat toleransi dan kerukunan umat beragama di Tanah Air.

 

“Respon komisi VIII sangat luar biasa dalam mewujudkan toleransi umat beragama karena kami mulai dengan pertama, Ketua Pesparaninya kami minta dari Ketua PWNU NTT, jadi kita mulai dengan semangat kebhinekaan dari Nusa Tenggara Timur,” ungkap Yoseph. Ia menyatakan, pengajuan Ketua Panitia tersebut sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap NU sebagai salah satu organisasi Muslim terbesar, bersama Muhammadiyah telah setia menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan di negara ini. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Penyebaran Covid-19
14-08-2020 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berjuang bersama dalam menghentikan penularan virus...
Madrasah dan Pesantren di Jatim Harus Tangguh Hadapi Covid-19
24-07-2020 / KOMISI VIII
Komisi VIII DPR RI telah menyetujui anggaran untuk bantuan operasional pesantren, bantuan opersional madrasah diniyah takmiliyah (MDT), bantuan operasional lembaga...
Kanwil Kemenag DIY Diimbau Jadi ‘Role Model’ Gerakan Modernisasi Keagamaan
21-07-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq berharap Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bisa menjadi role...
DIY Provinsi Terbaik Tangani Covid-19
21-07-2020 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus menilai Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang terbaik dalam...