Pengelolaan Koperasi DPR Diapresiasi DPRD Nganjuk

09-01-2020 / LAIN-LAIN

Delegasi DPRD Nganjuk diterima Ketua Koperasi DPR Mohammad Djazuli, Ketua Pengawas Koperasi Suratna, dan Wakil Ketua Pengawas Koperasi Rahmad Budiaji.di Senayan, Jakarta, Kamis (9/1/2020), Foto : Runi/Man

 

DPRD Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, mengapresiasi pengelolaan koperasi di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI. Idealnya, pendirian koperasi harus mampu mensejahterakan para anggotanya. Di sinilah butuh pengelolaan dan pengawasan yang profesional.

 

Demikian mengemuka ketika DPRD Nganjuk bertandang ke DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/1/2020), untuk bertemu dengan jajaran pengurus dan pengawas Koperasi Setjen DPR RI. Delegasi DPRD Nganjuk yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Nganjuk Ulum Busthomi ini diterima oleh Ketua Koperasi DPR Mohammad Djazuli, Ketua Pengawas Koperasi Suratna, dan Wakil Ketua Pengawas Koperasi Rahmad Budiaji.

 

Dalam pertemuan itu, Anggota DPRD Nganjuk mendengarkan secara langsung bagaimana pengelolaan dan pengawasan koperasi di DPR dilakukan. Djazuli dan Suratna secara bergantian memberi penjelasan konprehensif profil Koperasi Setjen DPR RI. Wakil Ketua DPRD Nganjuk Ulum mengapresiasi capain koperasi ini. Kondisinya jauh berbeda dengan di daerah yang justru banyak koperasi gulung tikar karena salah kelola.

 

Usai pertemuan, Ketua Pengawas Koperasi Suratna mengatakan, problem koperasi di daerah adalah pembinaan dan pengawasan. “Koperasi-koperasi di daerah banyak keanggotaannya berdasarkan kapital. Kami sampaikan, koperasi di DPR RI beberapa kali mendapat juara. Tahun 2017 dan 2019 mendapat penghargaan sebagai koperasi terbaik nasional. Ini menjadi contoh bagi pengelolaan dan pembinaan terhadap anggota,” urai Suratna.

 

Sementara Wakil Ketua DPRD Nganjuk Ulum juga memberi komentarnya. Menurutnya, koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional, harusnya mampu mensejahterakan anggotanya, seperti koperasi di DPR RI ini. Ironisnya, kebanyakan koperasi di daerah justru hanya dimiliki beberapa pemodal.

 

“Koperasi yang tidak mengangkat ekonomi masyarakat akan kami monitor dan evaluasi. Di sinilah kami berkonsultasi ke DPR RI bagaimana pengawasan dan pembinaan koperasi yang baik. Koperasi di daerah yang baik akan kita dukung. Sebaliknya, koperasi yang tidak baik kita ingatkan. Kalau tidak bisa, ya kita tutup. Pengelolaan koperasi yang baik ini jadi masukan bagi kami,” tutur Ulum.

 

Senada dengan Ulum, Ketua Komisi II DPRD Nganjuk Bashori yang membidangi koperasi mengapresiasi pengelolaan koperasi di DPR. Ia ingin koperasi di daerah seperti koperasi DPR dari sisi pengelolaannya. “Pengawasan dan pembinaan di sini sangat baik. Kami dari Komisi II DPRD Provinsi Nganjuk ingin tahu lebih dekat soal ini,” katanya.

 

Suratna sendiri dalam wawancaranya usai pertemuan menyampaikan, dasar masuk koperasi itu bukan untung dan rugi. Tapi, harus gotong royong bisa membantu yang lain melalui pendirian koperasi. Kami juga terus lakukan pembinaan terhadap anggota. Dari sisi pengawasan, kami terus memberi masukan dan melakukan kontrol pengelolaan dan pengurus dalam me-manage kegiatan koperasi ini,” tutupnya. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
'Stand Up Comedy’ Sarana Tepat Tunjukkan Keterbukaan DPR
23-09-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi DPR RI Muhammad Farhan mengapresiasi penyelenggaraan Workshop Penulisan NaskahStand Up Comedy oleh Perpustakaan Sekretariat Jenderal DPR RI. Farhan...
PIA DPR Gelar Baksos Lawan Covid-19 di Kompleks Parlemen
15-09-2020 / LAIN-LAIN
Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) DPR RI kembali menggelar bakti sosial (baksos) dalam rangka memperingati HUT ke-75 DPR RI yang jatuh...
Hakim Konstitusi Harus Negarawan
08-09-2020 / LAIN-LAIN
Jabatan hakim konstitusi merupakan salah satu jabatan yang persyaratannya diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945. Salah satu syarat yang...
DPR Hadiri Sidang Gugatan UU Perasuransian di MK
08-09-2020 / LAIN-LAIN
Tim Kuasa DPR RI diwakili Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan keterangan dalam Sidang Pleno Perkara Nomor 531.32/PAN.MK/8/2020...