Komisi I - Dubes Australia Bahas Perkembangan Terkini Natuna

15-01-2020 / KOMISI I

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid (tengah) menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia Gary Quinlan, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Foto : Runi/Man

 

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Republik Indonesia Gary Quinlan. Berbagai isu terhangat mewarnai pertemuan courtesy call tersebut, salah satunya perkembangan terkini terkait stabilitas perairan Natuna Utara yang bersinggungan dengan Kawasan Laut China Selatan. 

 

“Australia turut mengamati perkembangan di perairan Natuna Utara dan akan bersedia membantu dalam kapasitasnya sebagai negara sahabat dan juga Anggota PBB," kata Meutya usai menerima delegasi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020). 

 

Meutya menambahkan, tidak hanya Natuna, Australia juga berkomitmen untuk terus mendukung kedaulatan NKRI atas Papua. Sikap Pemerintah Australia tegas tidak ingin menganggu kedaulatan Indonesia. Hal ini terlihat dari keinginan Australia untuk menjembatani komunikasi Indonesia dengan negara-negara Pasifik. 

 

“Mereka (Australia) ingin membantu untuk menjelaskan kepada negara-negara pasifik, yang memang terkadang mengangkat isu-isu Papua bahwa Papua saat ini sudah diperbaiki dan dibangun dengan lebih baik lagi dari sebelumnya," jelas politisi Partai Golkar itu.

 

Selain itu, Komisi I DPR RI juga mendorong peningkatan hubungan bilateral khususnya di sektor perdagangan. Menurut legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara I ini, tren volume perdagangan kedua negara relatif stabil akan terus ditingkatkan. 

 

Babak baru kerja sama tersebut akan diperkuat melalui ratifikasi Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Dimana pembahasan teknis IA - CEPA akan ditindaklanjuti langsung Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Australia pada bulan Februari mendatang. 

 

“Juga dibahas persiapan kunjungan Presiden Jokowi ke Australia dan bertemu tidak hanya Pemerintah di sana, tetapi juga Parlemennya. Karena Presiden Jokowi fokus pada diplomasi ekonomi, kami mengharapkan sekali hal-hal terkait kerja sama ekonomi akan disampaikan di forum tersebut, termasuk IA-CEPA,” tandas Meutya. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Jangan Hapus Sanksi Iklan Minuman Keras dan Eksploitasi Anak pada RUU Ciptaker
12-08-2020 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengkritik penghapusan sanksi bagi pihak yang menyiarkan iklan yang bertentangan dengan...
RUU Ciptaker Dapat Melemahkan Peran KPI
09-08-2020 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menilai Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dapat memperburuk kualitas penyiaran...
Abdul Kharis Minta Kemenlu Pastikan Keselamatan WNI Pasca Ledakan Lebanon
05-08-2020 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan duka mendalam atas ledakan hebat yang mengguncang ibu kota Lebanon,...
Penyelesaian RUU PDP Semakin Krusial
05-08-2020 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani melihat bahwa urgensi Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sudah sangat krusial...