Pemerintah Dituntut Aktif Lindungi PMI dari Virus Corona

07-02-2020 / LAIN-LAIN

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. Foto : Runi/mr

 

Penyebaran virus Corona telah menjangkau negara-negara tempat para Pekerja Migran Indonesia (PMI) seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab dan Filipina. Bahkan kasus kematian akibat Corona di luar China sudah terjadi di Filipina dan penularan dari manusia ke manusia sudah terkonfirmasi di Jepang dan Thailand. Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menuntut pemerintah memberikan perlindungan aktif kepada para PMI.

 

"Upaya perlindungan aktif harus ditingkatkan kepada para PMI yang bekerja di negara-negara yang sudah terkonfirmasi penyebaran virus Corona, terutama yang jumlah PMI-nya cukup besar," ujar Kurniasih saat diskusi dialektika dengan tema 'Efek Domino Virus Corona' di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

 

Menurutnya, perlindungan pada PMI harus dilakukan dengan mengkoordinasikan antar lembaga pemerintah. Koordinasi dengan serius bertujuan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para PMI dari kemungkinan terpapar wabah virus Corona. Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini pun mencontohkan kasus yang terjadi di Singapura.

 

"Satu WNI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura juga sudah terkonfirmasi terinfeksi virus Corona yang diduga berasal dari majikannya yang dari China," ungkap Kurniasih.

 

Dia menyarankan agar pencegahan penyebaran Corona dilakukan dengan sosialisasi pencegahan penularan virus, pembagian masker, pemantauan kondisi kesehatan, kerja sama dengan pemerintah negara setempat untuk upaya penanganan jika ada PMI yang tertular.

 

Senada dengan upaya perlindungan PMI, Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha menguatkan argumennya, bahwa konstitusi Indonesia menyatakan, pemerintah berkewajiban melindungi warganya. Karena itu, dia mengapresiasi sikap pemerintah yang menghentikan sementara penerbangan dari China dan menuju China guna mengantisipasi penyebaran virus dari China daratan tersebut.

 

Politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini juga mengungkapkan dukungannya pada kebijakan Pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Menteri (Kepmen) Hukum dan HAM soal penghapusan sementaa bebas visa untuk warga negara China.

 

Bahkan lebih jauh, Tamliha mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa penyebaran virus Corona merupakan bagian dari perang dagang global. Dia mengungkapkan, ada informasi yang menyebutkan terjadinya kebocoran di pusat pengembangan senjata virus di China yang akhirnya menyebar secara luas. Akan tetapi dia tidak memerinci keterangannya dengan dalih informasi itu tidak bisa diverifikasi. (eko/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ahmad Syaikhu Prihatin Banjir Melanda Wilayah Kota Bekasi
26-10-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu prihatin atas peristiwa banjir yang menimpa beberapa wilayah di Kota Bekasi, Jawa Barat...
Ibas Bantu Perkuat Modal UMKM di Tengah Pandemi Covid-19
24-10-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono memberikan sejumlah bantuan kepada pegiat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di...
Anis Byarwati Nilai Hasil Survei Indikator Sebagai Catatan Buruk Kinerja Pemerintah
22-10-2020 / LAIN-LAIN
Lembaga Survei Indikator mengungkap persepsi negatif masyarakat terhadap upaya menekan kasus Covid-19 di Tanah Air. Hasilnya, 65 persen responden menyatakan...
Internet Gratis Tunjang Pelajar Jalani PJJ
22-10-2020 / LAIN-LAIN
Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar saat ini memang paling efektif untuk...