Anggota DPR Tanggapi Larangan Umrah Sementara oleh Pemerintah Arab Saudi

29-02-2020 / KOMISI VIII

Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis usai mengikuti kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (28/2/2020). Foto : Tiara/Man

 

Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis menanggapi pelarangan sementara perjalanan umrah oleh Pemeritah Arab Saudi terkait meningkatnya jumlah pengidap virus Corona atau Covid-19 di seluruh dunia. Dirinya merasa prihatin keluarnya surat edaran tersebut dan selanjutnya Komisi VIII DPR RI akan menanyakan secara khusus mengenai permasalahan tersebut serta tindakan apa saja yang sudah dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI.

 

"Memang larangan ini bukan hanya berlaku untuk Indonesia saja, tapi seluruh negara di dunia. Namun yang kami sayangkan adalah seperti yang kita ketahui sampai saat ini di Indonesia sendiri belum ada dugaan pasien yang positif tertular virus Corona tersebut," jelas John saat ditemui Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (28/2/2020). 

 

Ia bertanya-tanya, apa yang melatarbelakangi Pemerintah Arab Saudi sehingga Jemaah Indonesia dilarang untuk melakukan ibadah umrah. "Kalau larangan umrah dilakukan terhadap negara-negara yang memang ada indikasi virus Corona, okelah mungkin bisa dipahami. Bahkan kita juga kalau bisa mendukung pemerintah Arab Saudi untuk mem-protect negaranya dari ancaman virus Corona yang berasal dari negara yang terindikasi virus tersebut," tandas John.

 

Meski demikian John merasa apa yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi dalam mengantisipasi maraknya penyebaran virus Corona teraebut merupakan suatu langkah yang baik. Menurutnya hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar wabah virus Corona tak menyebar masuk ke Tanah Suci.

 

"Mudah-mudah larangan umrah ini tidak terlalu lama dan saya berharap dalam waktu singkat khususnya kepada jemaah Indonesia akan bisa diberangkatkan kembali untuk melakukan ibadah umrah," pesan politisi Fraksi Partai Golkar itu. 

 

Diberitakan sebelumnya, kekhawatiran Pemerintah Arab Saudi terhadap meningkatnya jumlah pengidap virus corona di seluruh dunia membuat pemerintah berbasis kerajaan itu mengambil langkah melarang seluruh kegiatan umrah dari warga negara yang diduga terjangkit virus Corona untuk sementara waktu.

 

Bahkan Indonesia yang hingga kini mengklaim belum ada satu pun warga negaranya yang positif virus yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, itu turut menjadi satu dari 23 negara yang dilarang Arab Saudi untuk masuk.

 

Pemerintah Arab Saudi menyebutkan, langkah yang dilakukan negaranya sebagai sebuah antisipasi tertinggi guna mendukung langkah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam memberantas dan mencegah penyebaran virus Corona ini. (tra/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VIII Temukan Masih Adanya Pemotongan Dana BOS Madrasah
23-09-2020 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menegaskan rencana Menteri Agama Fachrul Razi menganulir pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)...
Legislator Dukung KPPPA Ciptakan Pemberdayaan Perempuan Dalam Berwirausaha
22-09-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI M Husni mendukung rencana Kementerian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menciptakan pelatihan kewirausahaan khusus...
Komisi VIII Fokus Bahas RUU Penanggulangan Bencana
22-09-2020 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Bencana menjadi fokus utama Komisi VIII DPR RI sebagai...
Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Diapresiasi
21-09-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis. Foto : Oji/Man Publik mengapresiasi program Pemerintah berupa Penguatan Kompetensi Penceramah Agama. Program...