Berdayakan SMK Ciptakan Produk Kebersihan yang Langka di Pasaran

28-03-2020 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki. Foto : Ist/Man

 

Dengan semakin meluasnya pandemi corona virus diseases (Covid-19) di Indonesia dan sangat sulitnya masyarakat untuk menemukan hand sanitizer dan masker dengan harga normal di pasar online maupun offline, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki menyarankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat produk-produk itu sendiri dengan memberdayakan siswa dan siswi dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

 

Hal tersebut ia nyatakan ketika Komisi X DPR RI melangsungkan rapat kerja virtual dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya yang disiarkan langsung di ruang rapat Komisi X, Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Zainuddin melihat bahwa kreativitas dan potensi yang ditunjukkan oleh para siswa patut diapresiasi karena mereka telah berupaya membantu sesama dengan banyak menciptakan produk tersebut.

 

“Masyarakat kita saat ini kesulitan untuk mendapatkan produk kebersihan untuk menjaga dirinya dari wabah. Seperti hand sanitizer itu sulit di mana-mana. Saya harap Mas Menteri (Nadiem Makarim) bisa ikut menyelesaikan ini. Caranya memberdayakan adik-adik SMK. Mereka ternyata memiliki keterampilan yang bagus karena mampu membuat produk atau alat kebersihan,” ujar Politisi Fraksi PAN tersebut.

 

Apabila SMK diberdayakan, menurut Zainuddin, bukan tidak mungkin mereka juga bisa membantu negara untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) yang memang saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis dalam memerangi virus ini. Ia melanjutkan bahwa sebaiknya Mendikbud segera menunjukkan political will-nya dengan memberikan stimulus anggaran kepada SMK yang belakangan aktif menciptakan produk kebersihan.

 

“Caranya ya lakukan penyisiran sekolah mana saja yang memang aktif membantu. Kemudian jangan ragu-ragu berikan anggaran kepada mereka. Mana tahu mereka bisa bantu kita untuk ciptakan APD kan. Karena saya miris juga melihat para tenaga medis yang sedang berperang di depan hanya dibekali jas hujan dan bukan alat dengan standar yang layak. Jadi tolong Mas Menteri segera berikan stimulus anggaran ini,” tukas Zainuddin. (er/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kemendikbud Harus Subsidi PJJ
03-08-2020 / KOMISI X
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyarankan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar mengalokasikan anggaran POP (Program...
Mendikbud Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Kampus Merdeka
30-07-2020 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menilai Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang Kampus Merdeka, khususnya tentang dibolehkannnya...
Pelaksanaan PJJ Belum Berhasil
30-07-2020 / KOMISI X
Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bagian dari Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai belum berhasil. Hasil survei Kemendikbud...
Hetifah: Kebijakan PJJ Tidak Bisa Disamaratakan
29-07-2020 / KOMISI X
Tidak semua guru melek teknologi. Tidak semua murid memiliki handphone, tidak semua orang tua mampu mendampingi dan tidak semua tempat...