Pastikan Bantuan Luar Negeri Sampai ke Daerah

30-04-2020 / KOMISI IX

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. Foto : Dok/Man

 

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengatakan pemerintah telah menetapkan virus Corona sebagai Bencana Nasional. Keadaan ini diikuti dengan mengalirnya bantuan dari negara-negara sahabat dan lembaga internasional untuk Indonesia. Karena itu, ia mengingatkan agar penyaluran bantuan dari luar negeri bisa disalurkan secara merata hingga ke daerah-daerah. Mengingat, kasus positif Covid-19 telah terkonfirmasi di seluruh provinsi di Indonesia. 

 

"Penyaluran bantuan dari luar negeri harus diberikan secara merata jangan sampai hanya terkonsentrasi di Jakarta. Bantuan 20 ton alat medis dari Uni Emirat Arab juga baru datang. Kita harapkan distribusinya bisa ke daerah-daerah," papar Mufida dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4/2020).

 

Mufida mengatakan saat ini seluruh fasilitas kesehatan dari tingkat pusat hingga daerah sudah memberlakukan protokol penanganan Covid-19. Pemberlakukan protokol ini tentu harus didukung dengan penyediaan logistik berupa alat pelindung diri (APD) yang mencukupi.

 

"Kemampuan daerah untuk mengandalkan APBD masing-masing juga berbeda-beda sementara semuanya sedang butuh. Kita harapkan ada distribusi bantuan terutama dari luar negeri yang bisa menjangkau daerah-daerah itu," ungkap Anggota DPR RI dapil DKI Jakarta I ini.

 

Menurutnya, sudah bukan rahasia lagi jika fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Indonesia tidak tersebar secara merata. Mufida menyitir data Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, jumlah persebaran Puskesmas, rumah sakit dan tenaga medis masih berkutat di Pulau Jawa.

 

"Dalam keadaan normal persebaran faskes kita tidak merata, tentu di saat Pandemi seperti ini lebih-lebih lagi ketimpangannya. Pemerintah Pusat punya kekuatan untuk intervensi pemerataan ini. Keselamatan satu warga dimanapun dia sama nilainya tak peduli dia di kota atau di pelosok desa," tegasnya seraya mengatakan, distribusi yang merata dapat mengantisipasi puncak persebaran virus Corona di daerah.

 

"Pemerintah kan berani menyebut episentrum bakal bergeser ke Semarang, Surabaya dan Makassar. Mungkin juga daerah lain setelah Jakarta menunjukkan tren yang flat. Jangan sampai kecolongan lagi dengan tidak siap APD, ruang isolasi, ventilator dan kebutuhan lain. Jakarta harus tetap jadi perhatian tapi jangan lupakan daerah lain," ungkapnya. (ann/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Sekolah Jadi Klaster Covid-19, DPR Minta Siswa Tetap Belajar di Rumah
13-08-2020 / KOMISI IX
Penyebaran Covid-19 semakin meluas. Setelah pasar dan perkantoran menjadi klaster penyebaran virus tersebut, kini sejumlah sekolah juga dikabarkan telah terpapar...
Pemerintah Diminta Turut Terapkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020
07-08-2020 / KOMISI IX
Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan HukumProtokol Kesehatandalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 meminta kepala daerah...
Pemerintah Perlu Selidiki Latar Belakang Keilmuan Hadi Pranoto
06-08-2020 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta Pemerintah melakukan langkah-langkah penyelidikan terhadap latar belakang keilmuan Hadi Pranoto. Sebelumnya, Hadi...
Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Harus Mendidik
06-08-2020 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, instruksi Presiden Joko Widodo agar kepala daerah menyiapkan sanksi bagi pelanggar protokol...