Hentikan Genosida terhadap Falun Dafa

18-06-2020 / PARIPURNA

Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto saat melakukan intrupsi di Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Foto : Eno/Man

 

Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto memberikan perhatian serius atas perlakukan tidak manusiawi selama 21 tahun terahir, yakni penganiayaan genosida terhadap Falun Gong atau Falun Dafa oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dari informasi yang ia terima, ribuan praktisi dari Falun Dafa telah dianiaya hingga meninggal, ratusan ribu ditahan di kamp-kamp kerja paksa, pusat pencucian otak, dan penjara. Bahkan beredar informasi bahwa sebagian besar telah dibunuh dan diambil paksa organ tubuhnya untuk kebutuhan transplantasi pasien dalam negeri dan mancanegara.

 

Atas tragedi tersebut, dia berharap agar Parlemen Indonesia dapat berperan menghentikan tidakan otoriter rezim PKT. "Saya sudah dua kali dikirimi surat oleh Falun Gong atau Falun Dafa Indonesia, HFDI. Ketua Umumnya Ir Gatot Machali, mereka berharap Parlemen Indonesia dapat berbuat untuk menolong mereka. Saya pikir Parlemen Indonesia melalui hubungan bilateral atau multilateral, BKSAP bisa membicarakan hal ini, agar pembunuhan brutal ini dapat dihentikan," papar Wenny saat melakukan intrupsi di Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

 

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan laporan independen yang menyimpulkan bahwa praktisi Falun Gong merupakan target utama pengambilan organ secara paksa, karena selain banyak jumlah praktisi yang ditahan juga organ tubuh mereka dianggap sangat sehat.

 

Menurutnya saat ini, transplantasi organ tubuh sangat dibutuhkan di dunia, donor organ tubuh banyak dicari di dunia, dihargai sangat mahal. Di dunia internasional masa tunggu rata-rata untuk transplantasi hati atau ginjal sekitar dua sampai tiga tahun, tapi di Tiongkok masa tunggu hanya berkisar dua sampai empat minggu saja.

 

Dia mengatakan, hal tersebut begitu cepat, karena 90 persen sumber transplantasi berasal dari tahanan yang dibunuh secara tidak manusiawi. Dan sumber utama suplay organ adalah dari tahanan, praktisi Falun Gong atau Falun Dafa, yaitu orang-orang yang berlatih spiritual yang jumlahnya ratusan juta di seluruh dunia, yang ditangkapi karena jumlahnya mengancam PKT.

 

"Golongan monoritas Uighur, orang Tibet, penganut gereja kristen, di bawah kekuasaan otoriter PKT, selama lebih dari 70 tahun, dan sedang dalam kondisi negara tidak berperang, rezim PKT telah menyebabkan 80 juta kematian rakyatnya secara tidak wajar," ungkap Wenny.

 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin yang memimpin rapat paripurna mengatakan, akan menindaklanjuti masalah tersebut di Komisi I. "Kami akan menjadikannya catatan dan kami akan meneruskan ke komisi teknis dalam hal ini Komisi I, untuk melakukan penjajakan dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri," papar Azis. (eko/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Akhiri Masa Sidang I, DPR Optimal Jalankan Tiga Fungsi
06-10-2020 / PARIPURNA
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharanimenutup Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI,...
DPR Sahkan 8 Calon Anggota Baznas
06-10-2020 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI mengesahkan 8 anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dari unsur masyarakat periode 2020-2025, berdasarkan usulan Pemerintah...
DPR Apresiasi Pemerintah Jaga Keseimbangan Kesehatan dan Ekonomi
06-10-2020 / PARIPURNA
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengatakan bahwa Pemerintah sejauh ini telah melakukan berbagai upaya yang terbaik dalam menanggulangi...
Paripurna DPR Sahkan Kerja Sama Pertahanan RI-Swedia
05-10-2020 / PARIPURNA
Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin mengesahkan RUU Kerja Sama antara Pemerintah Republik...