Protokoler Bandara Harus Simpel

03-07-2020 / B.U.R.T.

Wakil Ketua Badan Urusan Ruman Tangga (BURT) DPR RI A. Bakri saat mengikuti kunjungan kerja BURT DPR RI ke Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Kamis (2/7/2020). Foto : Husen/Man

 

Wakil Ketua Badan Urusan Ruman Tangga (BURT) DPR RI A. Bakri mengimbau Pemerintah, terutama otoritas Bandara Soekarno-Hatta agar menjalankan protokoler dengan simpel, tidak memakan waktu terlalu lama. Di masa pandemi Corona (Covid-19) saat ini, protokol pencegahan Covid-19 memang sudah dilakukan otoritas bandara dengan ketat dan akurat.

 

“Kami ingin melihat situasi dan kondisi bandara Soekarno-Hatta termasuk layanan bandara. Kami dari DPR menyarankan kepada pemerintah supaya melakukan protokoler yang singkat tidak terlalu bertele-tele, sehingga masyarakat juga tidak merasa terbebani,” kata Bakri usai mengikuti kunjungan kerja BURT DPR RI ke Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Kamis (2/7/2020).

 

Protokoler bandara yang dinilai akan memakan waktu lama adalah rapid test. Dulu, sebelum ada layanan rapid test di bandara, para calon penumpang harus membawa dokumen hasil rapid test dari rumah sakit dengan biaya mahal, untuk mengakses transportasi udara. Kini, kata Bakri, layanan murah rapid test bagi calon penumpang pesawat sudah bisa dilakukan di bandara.

 

“Saya termasuk pengguna transportasi udara. Rapid test itu dulu (membuat) orang mikir, ternyata lebih mahal tesnya daripada tiketnya. Alhamdulillah hari ini cuma Rp 200 ribu rapid test-nya mereka sudah bisa terbang. Kalau tidak bisa ke rumah sakit, di bandara ada. Apalagi sekarang ada maskapai swasta yang menyedialan rapid test tidak lebih dari Rp 100 ribu," ungkap politisi PAN ini.

 

Layanan rapid test sudah dipermudah, tapi tidak menghilangkan keamanannya. Bakri menyatakan, jangan sampai kemudahan layanan kesehatan di bandara itu malah membuat bencana. "Itu yang kita ingatkan kepada pengelola Bandara Soekarno-Hatta hari ini," seru Anggota Komisi V DPR RI itu. Delegasi BURT sempat meninjau Terminal 3 Bandara Soetta yang saat itu kondisinya sepi penumpang. Kondisi yang sama juga terlihat di Lounge Garuda.

 

“Kita melihat Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta memang sepi. Tapi laporan dari Angkasa Pura II sudah ada peningkatan. Per hari katanya sudah 35 ribu penumpang dari sebelumnya di masa normal sekitar 200 ribu. Jauh sekali memang. Kita berharap dengan perbaikan-perbaikan ini mudah-mudahan masyarakat bisa kembali menggunakan transportasi udara," tutup legislator asal Jambi tersebut. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kemandirian adalah Esensi Pembelajaran Jarak Jauh
29-07-2020 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso memaparkan, metode pembelajaran dalam jaringan (daring) memiliki tantangan tersendiri,...
Sambut ‘New Normal’, BURT DPR Cek Kesiapan Bandara Halim
14-07-2020 / B.U.R.T.
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI mengecek langsung kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dalam menyambut masa new normal,...
Protokol Bandara Harus Mampu Sesuaikan ‘New Normal’
06-07-2020 / B.U.R.T.
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso mengatakan seluruh masyarakat Indonesia mau tidak mau sudah harus...
BURT Tinjau Kesiapan Protokol Normal Baru di Bandara Soetta
06-07-2020 / B.U.R.T.
Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI meninjau layanan keprotokolan bagi Anggota Dewan dalam menghadapi tatanan normal baru di Terminal...